HarianBisnis.id-Sepiring makanan di Nusantara tak pernah sekadar urusan perut. Di balik setiap suapan, tersimpan kisah panjang tentang perdagangan rempah, persinggahan para pelaut asing, hingga perpaduan budaya yang membentuk identitas suatu bangsa. Semangat itulah yang kembali dihadirkan oleh program webseries Kuliner Indonesia Kaya edisi 2026, yang secara konsisten mendokumentasikan kekayaan kuliner Nusantara dalam format audio visual sejak tahun 2017.
Pada episode terbaru yang tayang tahun ini, tim Kuliner Indonesia Kaya mengajak penonton untuk bertualang ke tiga kota yang tidak hanya memiliki cita rasa kuat, tetapi juga menyimpan jejak peradaban yang dalam: Ternate, Palembang, dan Banten. Ketiganya dipilih bukan tanpa alasan. Tiga wilayah ini adalah saksi bisu dari lalu-lalangnya kapal-kapal dagang Eropa, Arab, dan Tiongkok, yang meninggalkan jejak tak terhapuskan pada masakan lokal.
“Melalui webseries ini, kami mengajak penonton menelusuri bagaimana rasa menjadi bagian dari perjalanan budaya Nusantara. Kuliner adalah medium yang hidup. Ia terbentuk dari pertemuan berbagai peradaban, jalur perdagangan, serta proses akulturasi yang membentuk identitas masyarakat dari masa ke masa,” demikian tertulis dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/3/2026).
Di Ternate, misalnya, penonton akan diajak menyelami bagaimana rempah pala dan cengkeh yang legendaris tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga merasuk ke dalam setiap hidangan tradisional. Beranjak ke Palembang, kuliner seperti pempek dan tekwan akan dikupas dari sisi sejarahnya, yang konon lahir dari akulturasi budaya Melayu dengan pedagang Tiongkok. Sementara di Banten, yang pernah menjadi pusat perdagangan lada internasional, sajian seperti sate bandeng dan aneka olahan seafood lainnya menyimpan cerita tentang kejayaan Kesultanan Banten dan interaksinya dengan bangsa asing.
Kuliner Indonesia Kaya hadir bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan untuk memahami bahwa makanan adalah salah satu arsip budaya yang paling otentik. Tayangan ini dapat disaksikan secara gratis di kanal YouTube IndonesiaKaya. Dengan gaya sinematografi yang apik dan narasi yang mendalam, penonton seolah diajak berjalan-jalan langsung ke dapur-dapur tradisional dan pasar-pasar bersejarah di ketiga kota tersebut.
Program ini merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap budaya Indonesia, sekaligus upaya untuk mendokumentasikan warisan kuliner agar tidak tergerus zaman. Sebab, di balik setiap sajian, ada kisah peradaban yang layak untuk terus diceritakan.
Cinta Budaya, Cinta Indonesia.
