Beranda » Teh Hangat dan Semangat Gotong Royong: Teh Celup Sosro Tutup Ramadan dengan Cakupan Nasional

Teh Hangat dan Semangat Gotong Royong: Teh Celup Sosro Tutup Ramadan dengan Cakupan Nasional

by Amelia

HarianBisnis.id-Ramadan 2026 telah usai. Namun, jejak kebersamaan yang ditinggalkan program “Teh Celup Sosro Hidupkan Ramadanmu (THR) 2026” masih terasa hangat. Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan meningkatnya biaya hidup, program ini tidak sekadar membagikan makanan, tetapi juga menghadirkan ruang empati dan solidaritas.

Berlangsung sejak 21 Februari hingga 15 Maret 2026, program ini menjangkau 186 masjid di 26 kota/kabupaten yang tersebar di 6 provinsi: Jawa Barat, Sumatera Utara, Aceh, DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Total 60.000 paket hidangan berbuka puasa disalurkan ke masyarakat.

Yang membedakan program tahun ini adalah keterlibatan luar biasa para ibu rumah tangga. Sebanyak 2.267 ibu relawan menjadi penggerak utama—memasak, menyiapkan, hingga mendistribusikan takjil. Mereka tidak hanya memberi, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan banyak keluarga.

“Kami melihat bahwa kehadiran kebersamaan menjadi semakin berarti. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan momen sederhana seperti berbuka bersama ditemani teh hangat, yang bisa memberikan rasa tenang dan semangat untuk saling menguatkan,” ujar Indi Raisa Girsang, Brand Manager Teh Celup Sosro, di Jakarta, Rabu (8/4).

Kolaborasi dengan FoodBank of Indonesia (FOI) menjadi kunci sukses. Dapur komunitas yang dijalankan para relawan tidak hanya memproduksi makanan, tetapi juga menjadi titik temu warga, pengurus masjid, dan donatur dalam satu semangat gotong royong.

Pendekatan lokal juga terlihat jelas. Di Sumatera Utara dan Aceh, menu berbasis daging lembu disesuaikan dengan kebiasaan setempat. Di wilayah Jawa, hidangan rumahan seperti ayam, tempe, tahu, dan sayur menjadi pilihan utama. Kolak pisang dan ubi tak jarang berasal dari kontribusi warga sendiri.

Wida Septarina, Ketua Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (FoodBank of Indonesia), menambahkan, “Yang paling terasa adalah bagaimana masyarakat saling mendukung. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan, tetapi juga memperkuat solidaritas di tingkat komunitas.”

Program ditutup dengan rangkaian kegiatan di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Tengah yang meliputi 81 masjid. Antusiasme tinggi menunjukkan bahwa inisiatif seperti ini memiliki peran penting—bukan hanya dalam membantu secara langsung, tetapi juga membangun koneksi sosial yang lebih kuat di tengah kesulitan. (*)

You may also like

Leave a Comment