HarianBisnis.id-PT Toyota-Astra Motor (TAM) secara resmi mengumumkan bahwa atlet para cycling Muhammad Fadli Imamuddin resmi bergabung dengan jajaran Global Team Toyota Athletes (GTTA). Pengumuman itu disampaikan di Jakarta, Jumat (22/5), menjelang Asian Games dan Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang. Fadli menjadi satu-satunya wakil Indonesia di antara tujuh atlet yang dipilih dari enam negara Asia Tenggara.
GTTA adalah program Toyota yang mendukung atlet berprestasi tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam kontribusi sosial. Sejak diluncurkan pada 2018 bersamaan dengan transformasi Toyota menjadi mobility company, program ini telah bermitra dengan lebih dari 20 atlet di Asia. Para atlet yang terpilih diharapkan menginspirasi masyarakat melalui cerita perjuangan hidup dan kegiatan komunitas. Marketing Director TAM, Bansar Maduma, menjelaskan, “Kami mendukung atlet yang mewujudkan kekuatan bersama untuk menggerakkan komunitas di luar kompetisi.”
Fadli memulai karier sebagai pembalap motor profesional. Namun, sebuah insiden balap pada 2015 mengubah hidupnya. Ia beralih ke para cycling dan setelah melewati pemulihan yang penuh tantangan, kembali berlaga pada 2017. Prestasinya gemilang: medali emas ASEAN Para Games 2025. Di luar arena, Fadli juga membimbing generasi muda melalui sekolah balap motor miliknya. Marketing Director TAM lainnya, Hiroyuki Oide, menegaskan, “GTTA mencerminkan semangat mobilitas yang melampaui batasan untuk menciptakan akses dan kemajuan dalam komunitas.”
Selain Fadli, enam atlet lain dari Asia Tenggara yang masuk GTTA adalah: Muhammad Ammar Aiman Nor Azmi (Malaysia, para atletik), Carlos Yulo (Filipina, senam), Ernie Gawilan (Filipina, para renang), Toh Wei Soong (Singapura, para renang), Kunlavut Vitidsarn (Thailand, bulu tangkis), dan Lê Văn Công (Vietnam, para angkat berat). Mereka akan berjuang di Asian Games dan Asian Para Games 2026.
Asian Games dan Asian Para Games 2026 akan diselenggarakan di Aichi-Nagoya, Jepang. Jadwal pasti belum dirilis, tetapi Toyota telah mempersiapkan dukungan penuh bagi para atlet binaannya melalui program Dual Hero Projects, yang memasangkan setiap atlet dengan proyek sosial yang didukung Toyota.
Bagi Fadli, masuk GTTA bukan sekadar pengakuan prestasi, tetapi juga amanah untuk terus menginspirasi. “Saya ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan akhir dari segalanya,” ujarnya dalam kesempatan terpisah. Toyota berharap cerita perjuangan atlet-atlet ini dapat memotivasi masyarakat untuk berani menantang ketidakmungkinan, sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang inklusif melalui olahraga.
Dengan bergabungnya Fadli dalam GTTA, nama Indonesia kembali harum di kancah olahraga internasional. Publik pun menanti aksinya di lintasan balap sepeda Aichi-Nagoya, di mana ia akan membawa mimpi dan semangat pantang menyerah dari Tanah Air. (***)
