Beranda » Ekspor Perdana 30 Ton Benih Jagung Bioteknologi ke Vietnam, Bayer Perkuat Posisi Indonesia di Rantai Pasok Regional

Ekspor Perdana 30 Ton Benih Jagung Bioteknologi ke Vietnam, Bayer Perkuat Posisi Indonesia di Rantai Pasok Regional

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Bayer Indonesia melepas ekspor perdana 30 ton benih jagung bioteknologi varietas DK95R ke Vietnam pada Kamis (11/6/2026) di Pasuruan, Jawa Timur. Langkah ini menandai babak baru bagi industri perbenihan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pertanian regional .

DK95R merupakan benih jagung bioteknologi komersial pertama yang diluncurkan Bayer Indonesia pada Juli 2023. Benih ini memiliki keunggulan tahan terhadap herbisida berbahan aktif glifosat, sehingga mampu menekan biaya perawatan dan tenaga kerja sekaligus meningkatkan potensi hasil panen . Di pasar domestik, benih ini telah didistribusikan sebanyak 30 ton dan digunakan pada lebih dari 15.000 hektar lahan pertanian di seluruh Indonesia .

Seremoni pelepasan ekspor dihadiri sejumlah pejabat pemerintah lintas kementerian, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti; Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan sekaligus Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Letjen TNI Irham Waroihan; serta Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc. .

Dukungan Pemerintah untuk Produk Berteknologi Tinggi
Widiastuti menegaskan bahwa ekspor ini bukan sekadar pengiriman 30 ton benih, melainkan bukti kemampuan Indonesia menghasilkan produk pertanian berteknologi tinggi yang diakui dunia internasional. “Ekspor hari ini adalah hasil penelitian, inovasi, sistem pengawasan mutu, kepastian regulasi, dan kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan Indonesia menghasilkan produk pertanian berteknologi tinggi yang memenuhi standar global,” ujarnya .

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menekankan pentingnya adopsi teknologi dalam transformasi pertanian nasional. “Pertanian Indonesia tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan tradisional semata. Perubahan iklim, degradasi lahan, pertumbuhan penduduk, dan dinamika geopolitik global mendorong kita untuk mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi canggih,” katanya .

Peran Strategis Industri Perbenihan
Kepala PVTPP Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, menambahkan bahwa sektor perbenihan memegang peranan penting dalam mewujudkan swasembada pangan. Berdasarkan catatan PVTPP, Bayer telah melepas tujuh varietas jagung bioteknologi di Indonesia. “Keberhasilan ekspor Bayer menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga mulai memainkan peran yang lebih besar dalam rantai pasok pertanian global,” imbuhnya .

Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Indonesia, Aditia Rusmawan, menegaskan bahwa kebutuhan petani Indonesia tetap menjadi prioritas utama. “Dengan skala produksi yang terus berkembang seiring permintaan ekspor, hal ini pada akhirnya turut memperkuat ekosistem pertanian berteknologi tinggi di dalam negeri,” ujarnya .

Melalui visi “Health for All, Hunger for None”, Bayer berkomitmen mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan melalui inovasi teknologi benih, penguatan kapasitas produksi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan .

You may also like

Leave a Comment