Beranda » Meta Gandeng Kemendag dan Evermos, Latih 150 UMKM Kuasai AI dan Pemasaran Digital

Meta Gandeng Kemendag dan Evermos, Latih 150 UMKM Kuasai AI dan Pemasaran Digital

by Maria Atun

HarianBisnis.id- Meta secara resmi meluncurkan program Small Business Growth Academy (SBGA) di Indonesia, sebuah inisiatif pelatihan kecerdasan buatan dan pemasaran digital yang menyasar 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di tiga kota strategis: Bandung, Batam, dan Jakarta. Peluncuran program ini merupakan hasil kolaborasi Meta bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, UKM Indonesia, dan Evermos yang digelar di Bandung, Rabu (8/7).

Indonesia dipilih sebagai salah satu dari 12 pasar pertama di kawasan Asia Pasifik yang menghadirkan program ini, menegaskan posisi penting Tanah Air dalam peta digitalisasi ekonomi regional. Program SBGA dirancang untuk membekali pelaku UMKM dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi AI guna meningkatkan produktivitas, menjangkau pelanggan baru, dan membuka akses ke pasar ekspor.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal S. Shofwan, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tren penggunaan produk dalam negeri terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pada penyelenggaraan Harbolnas 2025, transaksi produk lokal mencapai 46 persen atau setara Rp 16,6 triliun dari total transaksi keseluruhan.

“Angka ini merupakan momentum positif yang harus kita pertahankan dan tingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat strategi promosi melalui media sosial. Ekosistem Meta telah terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal rata-rata sebesar 40 persen,” ujar Iqbal.

Kemendag memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Meta, UKM Indonesia, dan Evermos dalam mengakselerasi transformasi digital UMKM. Melalui jaringan perwakilan perdagangan, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center, Kemendag berkomitmen membantu UMKM mendapatkan informasi akses menuju pasar global.

Country Director Meta untuk Indonesia, Pieter Lydian, menegaskan bahwa program ini menjadi jawaban atas kesenjangan antara ketertarikan pelaku UMKM terhadap AI dengan penerapannya dalam operasional sehari-hari. Berdasarkan riset Deloitte dalam laporan AI for Business: APAC Trends, 78 persen UMKM di Indonesia telah menggunakan setidaknya satu perangkat berbasis AI, sementara 82 persen berencana meningkatkan adopsi AI dalam waktu dekat.

“Usaha kecil dan menengah di Indonesia sudah tertarik dengan AI. Bagian tersulitnya adalah mengubah ketertarikan tersebut menjadi penggunaan sehari-hari yang percaya diri. Kami percaya masa depan adalah untuk semua orang, bukan hanya pemain besar. Dengan Small Business Growth Academy, kami dapat memberikan keterampilan AI praktis langsung kepada pemilik usaha dan membantu lebih banyak dari mereka menjangkau pelanggan di luar perbatasan Indonesia,” jelas Pieter.

Sepanjang program SBGA, peserta akan mempelajari pemanfaatan solusi bisnis Meta secara mendalam, termasuk fitur iklan berbasis AI, Meta Business Agent, dan WhatsApp Business. Pelatihan mencakup strategi menjangkau pelanggan baru secara efektif, pembuatan dan optimalisasi iklan menggunakan AI, otomatisasi interaksi pelanggan, serta perluasan peluang penjualan ke pasar internasional melalui strategi pemasaran lintas negara.

Data Meta menunjukkan hasil terukur bagi para pengiklan di Indonesia. Bisnis yang beriklan di platform Meta mencatat rata-rata Return on Ad Spend sebesar 3,10 kali lipat. Sementara itu, bisnis yang memanfaatkan solusi berbasis AI seperti Advantage+ mencatat peningkatan ROAS rata-rata sebesar 22 persen.

Salah satu kisah sukses yang menjadi inspirasi program ini adalah Imago Raw Honey, usaha madu asal Bogor yang berhasil menembus pasar ekspor berkat adopsi solusi bisnis Meta. Founder Imago Raw Honey, Henry Hidayat, mengungkapkan bahwa teknologi berperan penting dalam perjalanan pertumbuhan usahanya.

“Solusi bisnis Meta membantu kami berkembang dari melayani pelanggan lokal menjadi pemasok hotel berbintang lima serta menjangkau pelanggan di berbagai negara. Reels memungkinkan kami membagikan kisah edukatif tentang madu murni, Meta Ads berbasis AI menjangkau audiens yang tepat, dan WhatsApp Business melayani pelanggan secara efisien,” ungkap Henry.

Ke depannya, Meta berencana membawa peserta SBGA ke berbagai kegiatan Kemendag dalam rangka memperkenalkan produk dan membagikan pengalaman mereka memanfaatkan solusi berbasis AI. Hal ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka akses ke pasar global yang lebih luas.

 

You may also like

Leave a Comment