Beranda » Sherchle dan Aulion Kembali Garap Panggung Absurd Versi Panjang

Sherchle dan Aulion Kembali Garap Panggung Absurd Versi Panjang

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Jakarta Doodle Fest edisi keempat hadir dengan format yang sama sekali baru. Festival seni visual yang digawangi TFR News itu bertransformasi total meninggalkan konsep kreator market menuju pengalaman pertunjukan yang lebih imersif dan menggugah perasaan.

Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done menjadi program unggulan utama. Pertunjukan yang terinspirasi ilustrasi Sherchle ini dipersembahkan JDF bersama Indonesia Kaya serta diproduksi Jakarta Art House di Galeri Ciputra Artpreneur selama dua hari berturut-turut.

Christine Laifa, Co-founder JDF, mengungkapkan alasan perubahan radikal ini. “Antusiasme terhadap show tahun lalu sangat luar biasa. Kami memutuskan memajukan program ini sebagai yang utama,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat siang.

Stiker, poster, dan gantungan kunci karya Sherchle yang selama ini dikenal, kini dihidupkan di atas panggung. Karakter-karakter absurd itu menjelma menjadi pertunjukan utuh yang menggabungkan alunan musik, seni visual, dan luapan emosi penonton.

Pengembangan tahun ini terbilang signifikan. Durasi digandakan menjadi 90 menit penuh dengan tambahan karakter baru bernama Christuna Aguillera yang diperankan Ode Waode, serta sejumlah pemain lama yang setia kembali meramaikan panggung.

Kisahnya masih berpusat pada Vina Panduanidup, gadis 29 tahun penghuni ibu kota. Pekerja kantoran yang kehilangan makna itu bertemu makhluk khayalan absurd, menelusuri ingatan untuk menemukan kembali semangat hidup dan alasan bertahan.

Motor kreatif kembali bergabung dalam produksi ini. Sherchle sebagai kreator, Aulion sebagai sutradara, Palka Kojansow menulis naskah dan lirik, serta Ammir Gita dan Achi Hardjakusumah yang menggubah lagu-lagu penghidup suasana.

Indonesia Kaya kembali menjadi mitra produksi utama. “Kami melihat potensi karya Sherchle untuk terus berkembang dan menemukan bentuk baru melalui musikal,” tutur Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, di sela-sela acara.

Sherchle mengaku tak kuasa menahan haru. “Pertama kali rasanya seperti menang undian, kali kedua ini rasanya haru. Ternyata teman-teman kolaborator begitu mencintai karya ini sampai mau dibuat lagi,” ucap ilustrator itu dengan mata basah.

Aulion menutup dengan filosofi khasnya yang sederhana namun dalam. “Hidup kadang terlalu absurd untuk dipahami, maka kita nyanyikan, kita tarikan, lalu kita tertawakan bersama,” pungkas sutradara itu di hadapan awak media yang hadir.

You may also like

Leave a Comment