Beranda » Dari Bengkel ke Guinness World Records: Tekiro Angkat Martabat Mekanik Muda Indonesia
Malam di GIIAS 2026, Tekiro Torehkan Sejarah: Kompetisi Mekanik Terbesar di Dunia.(Doc : Istimewa)

Dari Bengkel ke Guinness World Records: Tekiro Angkat Martabat Mekanik Muda Indonesia

by Feisal H. Ryan

HarianBisnis.id-Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama di tengah hiruk-pikuk GIIAS 2026. Suasana di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (1/8) malam itu terasa berbeda. Bukan hanya deru mesin dan gemerlap mobil-mobil teranyar yang menjadi pusat perhatian. Di sanalah sejarah baru ditorehkan.

Tekiro, merek perkakas otomotif yang akrab di telinga mekanik Tanah Air, secara resmi menerima sertifikat Guinness World Records. Penghargaan untuk kategori The Largest Automotive Mechanic Competition atau kompetisi mekanik otomotif terbesar di dunia.

Denting kunci pas dan putaran mesin yang selama ini hanya bergema di bengkel-bengkel kecil di berbagai pelosok negeri, malam itu menggema hingga ke kancah internasional. Sertifikat bergengsi itu diserahkan langsung oleh Tomomi Sekioka, Official Adjudicator Guinness World Records, kepada Oscar Sutjiadi, Presiden Direktur PT Altama Surya Anugerah selaku pemegang merek Tekiro. Di hadapan para insan otomotif, Tomomi menyatakan kekagumannya atas skala kompetisi yang mampu menyatukan puluhan ribu siswa dari Sabang sampai Merauke.

“Setelah tinjauan mendalam terhadap bukti-bukti yang diserahkan berdasarkan pedoman resmi Guinness World Records, kami mengonfirmasi bahwa upaya tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan,” ujar Tomomi dalam sambutannya.(1/8)

Perjalanan menuju rekor dunia ini tidaklah singkat. Tekiro Mechanic Competition pertama kali digelar pada 2022. Saat itu, belum ada yang membayangkan bahwa lima tahun kemudian, ajang ini akan menjelma menjadi fenomena nasional. Sejak tahun 2022 hingga 2026, total pendaftar yang tercatat mencapai angka mencengangkan: 252 ribu siswa SMK otomotif dari seluruh Indonesia. Angka yang berbicara banyak tentang semangat dan antusiasme generasi muda terhadap dunia perbengkelan.

Pada edisi 2026 saja, lebih dari 89 ribu siswa dari 544 Sekolah Menengah Kejuruan di Tanah Air mendaftar. Sebuah jumlah yang memecahkan rekor dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Rangkaian kompetisi yang digelar sejak Maret lalu itu dimulai dari tahap roadshow ke sekolah-sekolah, penyisihan daring, hingga babak semifinal dan final di Jakarta pada 25-26 April 2026. Di babak puncak, para peserta dihadapkan pada berbagai tantangan teknis yang menguji kemampuan mereka: sistem kelistrikan, diagnosa mesin, sistem transmisi, hingga penanganan teknologi kendaraan modern.

Oscar Sutjiadi, usai menerima sertifikat di panggung utama, menyampaikan bahwa rekor ini bukan sekadar angka. “Pencapaian ini merupakan buah dari dedikasi panjang Tekiro dalam mendukung ekosistem dunia otomotif di tanah air,” katanya dengan mata berbinar. “Kami tidak hanya bertujuan untuk mencari juara, tetapi juga berupaya menguji standarisasi kemampuan teknis para peserta dalam menangani berbagai tantangan mesin modern sesuai dengan standar internasional.”

Bagi Oscar, sertifikat ini adalah simbol komitmen perusahaan dalam membangun masa depan tenaga kerja otomotif Indonesia yang lebih kompeten dan kompetitif. “Kami dengan senang hati mendedikasikan penghargaan ini bagi seluruh siswa dan sekolah di Indonesia yang terus menunjukkan semangat kerja keras dan ketangguhan,” tambahnya.

Kemenangan di ajang ini tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi para pemenang. Total hadiah uang tunai ratusan juta rupiah, trofi, sertifikat, dan paket perlengkapan bengkel profesional untuk sekolah menjadi incaran para peserta. Namun, ada hadiah yang jauh lebih berharga: para juara mendapatkan kesempatan emas untuk berkarier di bengkel internasional dan jalur khusus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Malam itu, Tekiro tidak hanya membawa pulang sertifikat. Mereka membawa pulang kebanggaan. Sebuah pesan tegas bahwa profesi mekanik—yang sering dianggap sederhana oleh sebagian orang—adalah profesi yang mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah dunia. Dari bengkel-bengkel kecil di kampung, dari tangan-tangan muda yang gemar memutar kunci pas, lahirlah sebuah rekor yang menggema hingga ke penjuru planet.

You may also like

Leave a Comment