Beranda » Transformasi Photobox Indonesia: PhotoBebaz Buktikan Diri Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Tapi Platform Media

Transformasi Photobox Indonesia: PhotoBebaz Buktikan Diri Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Tapi Platform Media

by Amelia

HarianBisnis.id-Di tengah hiruk-pikuk Stasiun MRT Blok M atau kala pengunjung berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno, kehadiran bilik foto otomatis atau photobox kini bukan lagi sekadar tempat jepret-jepret. Di balik layarnya yang interaktif, tersimpan sebuah ekosistem digital yang menggabungkan hiburan, periklanan, dan teknologi. Visi itulah yang tengak dipacu oleh PhotoBebaz, perusahaan teknologi kreatif asal Indonesia yang baru saja mengumumkan perolehan pendanaan pertamanya pada Kamis (5/3/2026).

Pendanaan yang difasilitasi oleh funding aggregator Fundhub ini menjadi modal awal bagi PhotoBebaz untuk mempercepat ekspansi dan memperkuat posisinya bukan hanya sebagai penyedia layanan foto, melainkan sebagai platform Creative-Tech Media yang terintegrasi.

Founder PhotoBebaz, Reyno Anggoro, menyebut suntikan dana ini sebagai bentuk validasi atas model bisnis yang mereka bangun sejak awal. Menurutnya, kebangkitan industri photobox di kota-kota besar Indonesia harus direspons dengan inovasi, bukan sekadar ikut-ikutan tren.

“PhotoBebaz dirancang bukan hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga ruang interaksi yang bisa menghubungkan pengguna, pemilik merek, dan komunitas secara lebih personal. Dukungan investor memberi kami akselerasi untuk scale-up lebih cepat,” ujar Reyno dalam keterangan persnya.

Yang membedakan PhotoBebaz dengan kompetitornya terletak pada fondasi teknologi yang dikembangkan secara mandiri. Melalui Bebaz Labz, unit riset dan pengembangan internal, perusahaan merancang sistem perangkat lunak terkustomisasi untuk operasional photobox. Sistem ini tidak hanya mengatur jalannya mesin foto, tetapi juga mengelola integrasi media placement Digital Out-of-Home (DOOH) , manajemen konten iklan di dalam booth, hingga pengembangan aplikasi berbasis loyalitas dan gamification.

Artinya, setiap bilik PhotoBebaz yang tersebar di Jakarta adalah sebuah kanvas iklan digital yang hidup. Pemilik merek dapat hadir secara lebih menarik dalam pengalaman pengguna, bukan sekadar sebagai iklan pasif, melainkan sebagai bagian dari interaksi yang terjadi di dalam booth.

Hingga tahun 2025, belasan booth PhotoBebaz telah ditempatkan di titik-titik strategis dengan mobilitas tinggi. Mulai dari ruang publik seperti Taman Ismail Marzuki (TIM), kawasan Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), dan Jakarta International Velodrome (JIV), hingga transportasi publik seperti stasiun MRT, LRT Jakarta, dan Whoosh Halim. Tak ketinggalan, sejumlah kedai kopi juga menjadi sasaran ekspansi.

Dengan harga layanan di kisaran Rp35.000 hingga Rp50.000 per sesi, perusahaan menyasar segmen yang dikenal aktif secara digital dan gemar ber

You may also like

Leave a Comment