HarianBisnis.id- Di tengah ancaman penyakit menular seperti campak, pneumonia, dan kanker serviks akibat HPV, tantangan terbesar saat ini bukan hanya akses vaksin, melainkan misinformasi yang memicu keraguan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam forum IVAXCON 2026 yang digelar MSD Indonesia pada 24–26 April 2026 di Jakarta, bertepatan dengan Pekan Imunisasi Dunia.
Forum tahun kedua ini mempertemukan tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, sektor swasta, media, dan komunitas. Tujuannya: memperkuat literasi kesehatan serta mendorong pemahaman komprehensif tentang pencegahan penyakit berbasis sains.
Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan bahwa perlindungan di setiap fase kehidupan—atau life-course immunization—kini menjadi strategi global yang krusial.
“Kami percaya pencegahan yang tepat adalah efisiensi sumber daya paling efektif. Dengan menekan risiko penyakit, beban perawatan kuratif berkurang, dan alokasi sumber daya kesehatan lebih optimal bagi masyarakat,” ujar George.
Pendekatan life-course immunization sejalan dengan Immunization Agenda 2030 dari WHO. Strategi ini memastikan setiap individu—mulai bayi, remaja, dewasa, hingga lansia—mendapat perlindungan vaksin sesuai rekomendasi.
Namun, di lapangan masih ditemukan kendala serius. Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A(K), mengungkapkan bahwa dalam praktik klinisnya masih banyak dijumpai kasus campak dan pneumonia berat yang sebenarnya dapat dicegah.
“Hambatan terbesar saat ini adalah derasnya misinformasi yang memicu keraguan orang tua. Penting untuk mencari rujukan medis kredibel agar tidak terjebak mitos yang membahayakan masa depan anak,” jelas dr. Attila.
Sementara itu, pada usia produktif, kaum muda kerap mengabaikan pencegahan. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Darrell Fernando, Sp.OG, SubspFER, menyoroti bahwa banyak pasien baru menyadari risiko HPV ketika penyakit sudah lanjut.
“Intervensi paling efektif dilakukan sebelum paparan, salah satunya melalui imunisasi. Memilih imunisasi adalah keputusan cerdas untuk melindungi kualitas hidup perempuan di setiap tahap kehidupan,” tegasnya.
IVAXCON 2026 hadir sebagai katalisator kolaborasi lintas sektor guna melawan misinformasi terkait HPV, pneumonia, dan campak. Forum ini mendorong solusi berbasis data menjadi rujukan kredibel demi memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional kini dan masa depan.
