Beranda » Waspada Campak! Bukan Hanya Anak, Dewasa Jadi Kelompok Rentan dengan Komplikasi Berat

Waspada Campak! Bukan Hanya Anak, Dewasa Jadi Kelompok Rentan dengan Komplikasi Berat

by Amelia

HarianBisnis.id- Kasus campak di Indonesia kembali melonjak. Data World Health Organization (WHO) menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia dengan 17.204 kasus terkonfirmasi sepanjang 2025. Tren ini berlanjut hingga awal 2026, dengan Kementerian Kesehatan mencatat 8.372 kasus terkonfirmasi dan 10.453 kasus suspek hanya dalam delapan minggu pertama tahun ini.

Yang mengkhawatirkan, sekitar 8 persen kasus campak kini menyerang kelompok usia dewasa. Sorotan publik terhadap meninggalnya seorang dokter muda akibat komplikasi campak menjadi alarm bahwa penyakit ini bukan lagi sekadar “penyakit anak-anak” yang ringan.

Apa yang membuat campak begitu berbahaya? Virus ini memiliki daya tular (R₀) 12–18, artinya satu penderita dapat menularkan hingga 18 orang lain. Virus juga dapat bertahan di udara atau permukaan benda dalam ruang tertutup hingga dua jam setelah penderita pergi. Komplikasi yang mengintai meliputi pneumonia, ensefalitis (radang otak), hingga kematian.

Lebih mengerikan lagi, virus campak bersifat imunosupresif yang mampu menghapus memori sistem kekebalan tubuh. dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K), dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa studi ilmiah menunjukkan 11 hingga 73 persen “bank memori” antibodi bisa hilang setelah infeksi campak. “Setelah sembuh, anak justru menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri atau virus lain,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, mengungkapkan bahwa orang dewasa rentan karena beberapa faktor: riwayat imunisasi tidak lengkap, kegagalan vaksinasi primer (sekitar 5 persen individu), penurunan antibodi 15–20 tahun pascavaksinasi (2–10 persen), hingga berkurangnya paparan alami terhadap virus. “Kasus pada tenaga medis baru-baru ini adalah alarm. Vaksinasi MMR sangat perlu dilakukan,” tegasnya.

IDAI merekomendasikan imunisasi campak-rubella (MR) dosis pertama pada usia 9 bulan, dosis kedua pada 15–18 bulan, dan booster pada usia 5–7 tahun. PAPDI merekomendasikan vaksin MMR untuk orang dewasa, terutama tenaga kesehatan, pelancong, dan penghuni lingkungan padat.

County Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, menekankan bahwa edukasi kesehatan tidak cukup berhenti pada kesadaran semata. “Langkah perlindungan melalui imunisasi perlu dilihat sebagai tanggung jawab bersama,” tutupnya.

You may also like

Leave a Comment