HarianBisnis.id- Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan pertunjukan seni yang intim dan reflektif melalui pementasan one woman show bertajuk “Dapur Sumur Tutur”. Karya yang diproduseri Nosa Nurmanda dan disutradarai Ben Bening ini dipentaskan oleh aktris nominasi Pemeran Wanita Terbaik FFI sekaligus peraih Piala Maya, Putri Ayudya, di Jakarta, Jumat (25/4).
Selama kurang lebih satu jam, penonton diajak menyelami kisah tiga generasi perempuan Jawa dalam satu keluarga: YangTi (nenek), Ibuk (ibu), dan Mbak (cucu). Mereka hadir pada momen sakral peringatan seribu hari wafatnya Eyang Kakung. Melalui sudut pandang ketiganya, pertunjukan ini menghadirkan dialog batin tentang tradisi, relasi keluarga, serta pengalaman yang diwariskan turun-temurun.
Putri Ayudya, yang dikenal lewat perannya di film-film seperti Keluarga Cemara dan Yuni, harus berganti karakter, intonasi, dan bahasa tubuh dalam sekejap. Ia menjadi YangTi yang sarat kearifan Jawa, lalu berubah menjadi Ibuk yang gelisah di tengah tekanan adat, kemudian melompat menjadi Mbak yang berusaha memaknai kembali semuawarisan itu di zamannya.
“Pertunjukan ini berangkat dari rasa penasaran saya pada dapur dan sumur—dua ruang yang biasanya menjadi ranah perempuan tetapi jarang didengar suaranya. Kami ingin menghidupkan kembali tutur yang hampir pudar,” ujar Putri Ayudya seusai pementasan.
Kepada wartawan, sutradara Ben Bening menjelaskan bahwa pendekatan imersif dipilih agar penonton merasa ikut duduk di pendapa, mendengar desah napas, kerisauan, dan juga tawa dari tiga perempuan itu. “Mereka tidak sedang bertengkar. Mereka sedang berusaha saling mendengar,” katanya.
“Dapur Sumur Tutur” menjadi bagian dari komitmen Galeri Indonesia Kaya dalam merawat budaya melalui karya kontemporer. Pertunjukan ini menyuguhkan bahwa tradisi bukanlah tembok, melainkan sungai yang terus mengalir—kadang tenang, kadang berbatu, tapi tak pernah benar-benar berhenti.
