HarianBisnis.id-Puluhan ribu lampu, instalasi artistik raksasa, serta aroma kuah kari yang menggoda menyambut pengunjung di Hutan Kota GBK, Jakarta, sejak Kamis (11/6) hingga Minggu (14/6) mendatang. Bukan panggung konser atau pameran seni biasa. Ini adalah Come See Mie Fest 2026 yang mengusung tema “Sluurp Away to Sedaap Wonderland”—sebuah festival imersif yang digelar oleh Mie Sedaap, merek mi instan produksi WINGS Food.
Dua dekade lalu, Mie Sedaap dikenal sebagai pendobrak pasar berkat inovasi topping dan tagline ‘Jelas Terasa Sedaapnya’. Kini, brand tersebut berevolusi menjadi platform kreativitas dan pengalaman bagi generasi muda. Festival ini menjadi bukti nyata transformasi itu.
Menurut Katria Arintya Anindyantari, Head of Marketing Noodle Category WINGS Group, perubahan perilaku anak muda memaksa merek untuk tidak sekadar menjual produk. “Anak muda hari ini mencari pengalaman bermakna yang bisa mereka bagikan. Mie Sedaap terus mendobrak batas, tidak hanya dalam rasa, tetapi juga dalam kreativitas dan pengalaman,” ujarnya di lokasi acara.
Sepanjang tahun 2026, Mie Sedaap telah meluncurkan Ramen YES pada Januari lalu, yang membawa cita rasa ramen ala Jepang ke pasar Indonesia. Pada festival yang sama, mereka memperkenalkan resep baru Mie Sedaap Kari Kental Spesial. Varian favorit nasional itu kini hadir dengan kuah lebih kental dari rempah pilihan dan tekstur mi yang lebih kenyal. Varian ini tercatat sebagai salah satu dari lima terlaris, bersama Mie Sedaap Goreng, Soto, Ayam Bawang, dan Korean Spicy Chicken.
Kehadiran musisi Afgan sebagai Brand Ambassador Mie Sedaap Soto turut menambah kemeriahan. “Ternyata merek mi instan bisa bikin festival anak muda se-konseptual ini. Biasanya event sebesar ini dibuat promotor established. Tahun lalu saya hanya perform di atas panggung, tahun ini peran saya lebih besar,” kata Afgan di sela-sela acara.
Festival Wonderland dirancang sebagai ruang di mana imajinasi menjadi nyata. Pengunjung tidak sekadar datang menikmati mi, tetapi menjadi bagian dari sebuah narasi fantasi. Setiap sudut menawarkan pengalaman sensorik: visual digital, properti interaktif, hingga instalasi yang layak diunggah ke media sosial. Strategi alive the audience ini sengaja dipilih untuk membangun koneksi emosional dengan komunitas.
Katria menambahkan bahwa keberanian mendobrak batas adalah kunci pertumbuhan Mie Sedaap selama lebih dari 20 tahun. “Evolusi brand bukan hanya soal kemasan baru atau produk baru, tetapi bagaimana kami tetap relevan dengan realitas bisnis dan budaya muda yang terus berubah,” tegasnya.
Dari mendorong budaya flavor exploration di kalangan mahasiswa dan pekerja, hingga menjadi global brand yang hadir di berbagai komunitas lintas passion, Mie Sedaap mengklaim telah berhasil mengubah makna “rasa”. Bukan hanya rasa di lidah, tetapi rasa petualangan, rasa memiliki, dan rasa takjub. Festival ini membuktikan: sebuah mi instan pun bisa menjadi awal dari eksplorasi tanpa batas.
