Beranda » Empat Hijau, Empat Biru: Grup UT Sabet Dua Warna Sekaligus di PROPER

Empat Hijau, Empat Biru: Grup UT Sabet Dua Warna Sekaligus di PROPER

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Delapan perusahaan yang tergabung dalam Grup PT United Tractors Tbk (UT) berhasil memboyong penghargaan dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2024–2025. Empat di antaranya meraih peringkat Hijau, sementara empat lainnya menyabet peringkat Biru.

Pengumuman itu disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup pada awal April 2026. Bagi dunia industri, PROPER Hijau dan Biru bukan sekadar plakat. Ini adalah pengakuan bahwa operasional perusahaan—termasuk sektor tambang dan energi—telah melampaui standar kepatuhan dasar.

Peringkat Hijau diraih oleh PT United Tractors Tbk (kantor pusat), PT Asmin Bara Bronang (ABB), PT Bhumi Jati Power (BJP), dan PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM). Keempatnya dinilai telah menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik dari yang dipersyaratkan, termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, hingga konservasi keanekaragaman hayati.

Sementara itu, predikat Biru diberikan kepada PT United Tractors Semen Gresik (UTSG), PT Energia Prima Nusantara (EPN), PT Telen Orbit Prima (TOP), dan PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD). Peringkat Biru menandakan bahwa perusahaan telah patuh sepenuhnya pada aturan lingkungan, disertai upaya yang terukur dan terdokumentasi dengan baik.

Apa yang membuat capaian ini istimewa? Grup UT tidak hanya mengandalkan satu lini bisnis. Dari kontraktor pertambangan, pembangkit listrik, hingga energi terbarukan, seluruh entitas menunjukkan konsistensi. PT Supreme Energy Rantau Dedap misalnya, bergerak di pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) yang secara langsung berkontribusi pada pengurangan emisi karbon nasional.

“Kami tidak berhenti di predikat Biru. Target ke depan adalah mempertahankan dan meningkatkan seluruh entitas ke level Hijau bahkan Emas,” demikian dikutip dari pernyataan resmi manajemen UT.

PROPER sendiri telah berlangsung sejak 1995. Metodenya terus disempurnakan. Kini, penilaian tidak hanya soal cerobong asap atau instalasi pengolahan air limbah, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi ramah lingkungan.

Dengan raihan ini, Grup UT mengirim sinyal jelas: pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan bisa berjalan beriringan. Bukan sekadar slogan, melainkan kebijakan yang dijalankan anak-anak usaha dari Sabang sampai Merauke. (*)

You may also like

Leave a Comment