HarianBisnis.id-Inisiatif “Aice Got You! Panggung Crispymu!” menjawab tantangan sentralisasi industri kreatif di Jakarta. Roadshow ini membawa panggung kompetisi langsung ke lima kota besar, termasuk Medan dan Surabaya, untuk menjangkau talenta grassroot.
Surabaya menjadi titik penutup fenomenal dengan mencatat partisipasi 135 peserta dalam tiga hari. Sebanyak 22 finalis terbaik tampil di hari puncak di Balai Pemuda, membuktikan tingginya animo anak muda daerah terhadap wadah ekspresi yang profesional.
Penyanyi Isyana Sarasvati, yang hadir sebagai juri, mengungkapkan kekagumannya pada kualitas peserta. Ia menemukan karakter yang jujur dan teknik yang matang dari para talenta yang tampil di panggung lokal Surabaya tersebut.
Juri Brandon De Angelo menekankan pengalaman tampil di panggung lokal sebagai investasi berharga. Ia berpesan agar para peserta tidak cepat puas dan terus berkarya, karena gelar hanyalah satu bagian dari proses.
Juri Boiyen turut menyoroti pentingnya keberlanjutan karier para talenta. Ia berharap pemenang bisa menjadi bintang baru yang rendah hati, sementara yang belum menang terus mencoba kesempatan lain.
Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana Zhong, menyebut partisipasi ribuan orang sepanjang roadshow sebagai kemenangan inklusivitas. Baginya, acara ini adalah perayaan bersama bahwa setiap orang punya potensi untuk bersinar.
Aice tidak hanya menyediakan panggung fisik, tetapi juga memperluas jangkauan melalui siaran langsung di tiga platform media sosial. Live stream ini berhasil mencatat ratusan ribu views dari berbagai pelosok.
Rangkaian roadshow ini membuktikan bahwa bakat besar Indonesia tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta. Talenta tersebar di setiap sudut Nusantara dan hanya membutuhkan akses panggung yang setara untuk berkembang.
Keberhasilan acara diharapkan memicu tren serupa dari merek lain untuk “menjemput bola” ke daerah. Desentralisasi wadah kreatif dinilai krusial untuk mengoptimalkan potensi emas anak muda di luar pusat industri.
Inisiatif Aice ini menjadi langkah konkret membangun ekosistem seni yang lebih inklusif dan adil. Panggung lokal berfungsi sebagai inkubator mental bagi Gen Z untuk menguji kemampuan sebelum menghadapi kompetisi nasional.
