HarianBisnis.id-PT Cemindo Gemilang Tbk lewat brand Semen Merah Putih menegaskan agenda keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnisnya. Pendekatan ini diambil untuk menjaga daya saing di tengah tekanan pasar, oversupply industri, dan tuntutan regulasi lingkungan yang semakin ketat.
Commercial & Logistic Director Cemindo Gemilang Surindro Kalbu Adi menyatakan keberlanjutan kini menjadi cara industri bekerja, bukan sekadar inisiatif tambahan. Perusahaan membagi praktik sustainability dalam empat pilar: process, product, people, dan planet untuk pendekatan yang lebih holistik.
Strategi tersebut membuahkan hasil dengan pertumbuhan penjualan sekitar 4,2% di relevant area pada 2025. Angka ini kontras dengan tren nasional yang mengalami penurunan 1,5% akibat perlambatan proyek infrastruktur dan konstruksi.
Perusahaan mengoperasikan Waste Heat Recovery System (WHRS) dengan total kapasitas 43 MW yang menyuplai 24% kebutuhan energi produksi. Inisiatif efisiensi ini telah menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 21% per ton semen sejak 2016.
Portofolio green cement seperti FLEXIPLUS dan ECOPRO kini mendominasi 81% produk perusahaan. General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih Oza Guswara menegaskan transisi menuju material konstruksi berkelanjutan kini telah menjadi kebutuhan industri, bukan lagi pilihan.
