Beranda » Hino Hadirkan Diskusi Keselamatan di GIICOMVEC 2026: Sopir Kompeten dan Kendaraan Laik Jalan Jadi Kunci

Hino Hadirkan Diskusi Keselamatan di GIICOMVEC 2026: Sopir Kompeten dan Kendaraan Laik Jalan Jadi Kunci

by Feisal

HarianBisnis.id-Angka kecelakaan transportasi darat di Indonesia masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Di tengah hiruk-pikuk pameran kendaraan niaga GIICOMVEC 2026, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) justru menggelar panel diskusi yang membedah akar masalah: bagaimana membangun moda transportasi yang aman dan laik jalan.

Diskusi bertajuk “Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan” berlangsung di JIExpo Kemayoran, Kamis (9/4/2026). Menghadirkan perwakilan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), PO Primajasa, serta internal Hino, acara ini menjadi ruang kolaborasi antara regulator, operator, dan agen pemegang merek (ATPM).

Ahmad Wildan, Penyelidik Senior KNKT, membawa data yang menohok. Menurut hasil investigasi lembaganya, faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan kendaraan niaga.

“Selain kondisi kendaraan dan sistem operasional, peningkatan kompetensi pengemudi serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci utama dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” ujar Wildan di hadapan peserta.

Pernyataan itu langsung mendapat respons dari Pieter Andre, Kepala Divisi Pelatihan HMSI. Ia menegaskan bahwa pelatihan pengemudi bukan sekadar formalitas, melainkan investasi keselamatan jangka panjang.

“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara,” jelas Pieter. “Manajemen perawatan yang baik juga memastikan kendaraan selalu laik dan fitur keselamatan bekerja optimal.”

Sementara itu, Bayu Permana, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, memaparkan praktik nyata yang diterapkan perusahaannya. Ia mengakui bahwa operator bus tidak bisa bekerja sendiri.

“Sebagai operator, kami memastikan rekrutmen driver yang selektif, pelatihan berkala, serta penerapan manajemen perawatan kendaraan yang disiplin. Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik,” ungkap Bayu.

Diskusi yang berlangsung dalam rangkaian GIICOMVEC 2026 (8–11 April) itu menghasilkan kesepakatan: kolaborasi antara ATPM, regulator, dan operator adalah kunci untuk meningkatkan kompetensi pengemudi, kualitas perawatan, serta membangun budaya keselamatan.

Hino menekankan bahwa kampanye keselamatan berkelanjutan merupakan bagian dari misi perusahaan menciptakan transportasi yang aman, khususnya untuk perpindahan orang, sekaligus berkontribusi aktif mencegah kecelakaan. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan moda transportasi yang lebih aman, laik jalan, dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

You may also like

Leave a Comment