Beranda » New Balance Gelar ‘Grey House’ di Jakarta, Rayakan Abu-Abu yang Tak Pernah Usang

New Balance Gelar ‘Grey House’ di Jakarta, Rayakan Abu-Abu yang Tak Pernah Usang

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Di tengah industri mode dan sneaker yang terus berteriak dengan warna-warna mencolok dan rilis kolaborasi terbatas, sebuah brand asal Amerika Serikat justru memilih jalur sunyi. New Balance, melalui kampanye tahunan Grey Days 2026, mengajak publik untuk berhenti sejenak. Bukan untuk mengikuti gebrakan baru, melainkan merayakan warna yang selama ini dianggap paling sederhana: abu-abu.

Sejak 18 Mei lalu, kawasan Hangtuah, Jakarta Selatan, berubah menjadi kantong eksklusif bernuasa monokrom. New Balance resmi meluncurkan Grey House di ARTOTEL Casa Hangtuah, sebuah ruang temporer yang akan berlangsung hingga 31 Mei 2026. Tempat ini bukan sekadar pameran produk, melainkan sebuah pernyataan: bahwa warna kelabu bisa hidup, bergerak, dan menemani keseharian.

Grey Days bukanlah peluncuran produk baru semata. Ini adalah perayaan atas warna yang menjadi fondasi identitas New Balance sejak era 1980-an, saat sepatu lari 990 pertama kali hadir dengan warna abu-abu karena dianggap praktis untuk urban runner yang lalulintas di jalanan berdebu. Kini, warna itu diangkat sebagai simbol ketenangan di tengah dunia yang bising.

“Bagi New Balance, grey bukan sekadar tren sesaat, tetapi bagian dari identitas brand yang tumbuh dari keseharian dan gaya hidup urban,” ujar Martina Harianda Mutis, Senior General Manager Brand Marketing MAP Active, saat ditemui di lokasi, Jumat (29/5). Ia menjelaskan bahwa grey merepresentasikan desain abadi, kualitas, dan karakter yang tidak perlu berteriak untuk dikenali.

Grey House berlokasi di ARTOTEL Casa Hangtuah, Jakarta Selatan. Selama 14 hari, tamu hotel yang menginap bisa merasakan pengalaman imersif: mulai dari kamar bertema abu-abu, sarapan khas “Grey Breakfast”, hingga product showcase. Namun, acara puncaknya adalah Grey 5K Community Run yang digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026. Para peserta dapat mencoba langsung koleksi sepatu lari New Balance sambil berlari menjelajahi area sekitar Grey House.

Menurut Martina, setiap orang memiliki interpretasi berbeda terhadap warna abu-abu. Bagi sebagian, grey berarti kenyamanan untuk terus bergerak. Bagi yang lain, grey adalah cara tampil effortless namun tetap berkarakter. Kampanye ini ingin membebaskan konsumen dari keharusan mengikuti mode yang cepat berganti.

“Grey Days tahun ini bukan hanya tentang merayakan ikonis New Balance, tetapi tentang bagaimana grey dapat hidup secara berbeda pada setiap orang,” tambahnya.

Hal ini menjadi krusial karena pasar sneaker Indonesia, terutama di Jakarta, sedang dibanjiri tren warna mencolok dan model retro dari berbagai merek. New Balance justru mengambil posisi kontra: dengan tidak berteriak, justru mereka ingin didengar.

Target utama adalah generasi urban, khususnya mereka yang mulai lelah dengan siklus hype yang cepat. Para runners yang mengutamakan fungsi, serta pekerja kreatif yang menginginkan tampilan bersih dan serbaguna. New Balance juga menyasar komunitas lari yang tengah tumbuh pesat di Jakarta, dengan harapan grey tidak hanya dikenang sebagai warna sepatu, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup aktif.

Untuk menikmati pengalaman Grey House, masyarakat harus menginap di ARTOTEL Casa Hangtuah selama periode takeover. Sementara untuk Grey 5K Community Run, pendaftaran dilakukan secara daring dan terbatas bagi tamu hotel serta undangan. New Balance juga menyediakan sesi product testing sepatu lari, sehingga peserta bisa merasakan langsung kenyamanan warna abu-abu saat berlari.

Dengan langkah ini, New Balance seperti berbisik: bahwa ketenangan juga bisa menjadi bentuk keberanian. Dan di kota yang tak pernah tidur seperti Jakarta, abu-abu mungkin adalah warna paling berani saat ini.

You may also like

Leave a Comment