HarianBisnis.id-Sebanyak 14 negara resmi menurunkan wakilnya dalam HUNDRED HOO HAA CUP 2026, turnamen bulutangkis senior internasional yang digelar perdana di ICE BSD City, Hall 1, pada 12–14 Juni 2026. Ajang yang mempertandingkan berbagai kategori usia dari 35+ hingga 70+ ini menjadi salah satu turnamen bulutangkis senior terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia, dengan 25 lapangan yang digunakan secara bersamaan.
Pembukaan turnamen berlangsung Jumat (12/6/2026) pagi dan langsung dimeriahkan dengan pertandingan kategori 3 on 3 yang melibatkan kombinasi pemain dari berbagai negara. Peserta berasal dari Brunei, China, Kanada, Kolombia, Prancis, Hong Kong, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Belanda, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, dan India, menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya berskala lokal melainkan telah menarik kepercayaan komunitas bulutangkis senior dunia.
Direktur Turnamen HUNDRED HOO HAA CUP 2026, Marlev Mainaky, menyampaikan kebanggaannya melihat realisasi dari kompetisi yang telah lama diimpikan. “Hari ini adalah bukti nyata bahwa mimpi kami terwujud. Melihat pemain dari belasan negara hadir dan siap bertanding membawa spirit dari asalnya masing-masing, itulah yang selama ini kami perjuangkan. Ini baru permulaan,” ujarnya di sela-sela pembukaan.
Legenda Dunia dan Indonesia Turun ke Lapangan
Keistimewaan turnamen ini semakin terasa dengan kehadiran sejumlah legenda bulutangkis dunia yang turut bertanding. Dari Prancis, hadir Brice Leverdez, mantan pemain Top 20 Dunia BWF yang pernah tampil di tiga Olimpiade (London 2012, Rio 2016, dan Tokyo 2020). Nama besar lainnya termasuk Chang Wen-Sung (Taiwan), Ewe Hock Ong (Malaysia), dan Renu Chandrika Hettiarachchige (Sri Lanka).
Sementara dari Indonesia, deretan legenda seperti Hariyanto Arbi, Flandy Limpele, Bobby Ertanto, Joko Suprianto, Bambang Suprianto, Tri Kusharjanto, dan Zelin Resiana turut meramaikan kompetisi. Kehadiran para legenda ini menciptakan atmosfer nostalgia sekaligus membuktikan bahwa semangat kompetisi bulutangkis tidak mengenal batas usia.
Beragam Kategori dan Hiburan Pendukung
Turnamen ini menghadirkan sistem kompetisi yang inklusif dengan berbagai kategori. Selain kelompok usia 35+ hingga 70+, terdapat kategori khusus seperti 3 on 3 dengan total usia 120, 150, 180, dan 200; combined age 90 dan 110; kategori VVIP yang mempertemukan pasangan entrepreneur dengan pemain profesional; serta kategori OPEN MAX.35 yang terbuka bagi pemain di bawah 35 tahun dengan level kemampuan bebas.
Di setiap kelompok usia, dipertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Co-Founder HUNDRED HOO HAA CUP 2026, Marcia Hutagalung, mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme peserta. “Saya melihat para pemain dari luar negeri yang datang dan percaya pada apa yang kita bangun di sini dan itu bukan hal kecil. Di sisi lain, pemain-pemain muda Indonesia pun turut ikut meramaikan kategori OPEN MAX.35 dan bergabung bersama para pemain senior di kategori 3 on 3. Hal ini yang membuat suasananya berbeda dan menjadi bukti bahwa badminton Indonesia itu luas, hidup, dan tidak kenal batas usia,” tuturnya.
Di luar lapangan, area ICE BSD City juga dimeriahkan dengan bazar kuliner dan berbagai hiburan pendukung. Hasil pertandingan dan skor langsung dapat dipantau melalui Tournament Software. Turnamen ini diharapkan menjadi platform strategis untuk memperkuat ekosistem bulutangkis nasional sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat turnamen bulutangkis senior berskala global.
