HarianBisnis.id-Tekanan efisiensi dan dinamika ekonomi global memaksa dunia industri menentukan prioritas dengan sangat cermat. Namun di tengah tuntutan produktivitas yang kian tinggi, keselamatan pekerja tetap menjadi aspek yang tidak boleh dikompromikan oleh perusahaan mana pun.
Tantangan keselamatan kerja kini semakin kompleks dan beragam. Selain risiko kecelakaan yang melekat pada aktivitas industri, kebakaran serta paparan asap dari karhutla juga perlu diantisipasi. Kesiapan perusahaan harus mencakup perlindungan individu hingga respons terhadap kondisi darurat.
Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat 319.224 klaim kecelakaan kerja sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 9.834 kasus di antaranya tercatat sebagai fatality. Angka ini menunjukkan K3 masih menjadi tantangan serius, terutama pada sektor berisiko tinggi.
Sektor seperti pertambangan, migas, konstruksi, manufaktur, dan energi memiliki tingkat risiko kecelakaan yang lebih besar. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk tidak hanya fokus pada produktivitas. Mereka harus memastikan keselamatan pekerja sebagai fondasi keberlangsungan operasional jangka panjang.
PT Wahana Safety Indonesia (WSI) menilai bahwa efisiensi dan keselamatan bukanlah dua pilihan bertentangan. Penerapan K3 yang tepat justru menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas perusahaan. Keselamatan yang baik akan mendukung business continuity secara berkelanjutan.
Fransiscus B. Hermanto, Sales & Marketing Director WSI, menegaskan risiko industri terus berkembang termasuk kebakaran dan paparan asap. “Perusahaan perlu melihat kebutuhan keselamatan secara lebih menyeluruh sesuai dengan kondisi operasionalnya,” ujarnya. Pendekatan holistik menjadi kunci perlindungan optimal.
WSI membawa perspektif tersebut dalam partisipasinya di GIFA Indonesia 2026. Pameran yang berlangsung 9–12 September di JIExpo Kemayoran ini menjadi ajang diskusi langsung dengan pelaku industri. WSI ingin memahami tantangan keselamatan yang dihadapi di lapangan.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, WSI menghadirkan solusi keselamatan yang komprehensif. Portofolionya mencakup perlindungan kepala, pernapasan, mata, tangan, hingga keselamatan kebakaran. Produk terbaru Allsafe FireGuard juga diperkenalkan untuk mengantisipasi risiko kebakaran.
WSI didukung oleh principal global seperti Rosenbauer untuk solusi fire safety. Mitra lainnya seperti Sundström Safety memperkuat solusi perlindungan pernapasan bagi pekerja. Kolaborasi ini menghadirkan teknologi global yang relevan dengan kebutuhan industri Indonesia saat ini.
Menurut Frans, pendekatan WSI mengubah percakapan dari produk menjadi pemahaman risiko. “Risiko apa yang sebenarnya perlu kita lindungi?” menjadi pertanyaan utama bagi perusahaan. Dengan memahami risiko tepat, solusi perlindungan yang diberikan akan lebih relevan dan efektif.
Melalui GIFA Indonesia 2026, WSI terus mendorong K3 sebagai strategi bisnis utama. Keselamatan kerja mendukung operational reliability dan produktivitas berkelanjutan. Di tengah tuntutan industri bergerak maju, satu prinsip tetap sama: produktivitas dan keselamatan harus berjalan bersama.
