HarianBisnis.id-Ruang rapat mulai sepi. Laptop perlahan ditutup. Namun satu percakapan justru semakin hangat di dunia maya. Jobstreet by SEEK meluncurkan episode perdana Power Talks Season 2. Hadir sebagai narasumber, Dina Sitopu, praktisi HR dengan pengalaman lebih dari dua dekade di perusahaan multinasional.
Dina bukan nama asing di dunia sumber daya manusia. Ia pernah menjabat sebagai Senior HR Manager di Johnson & Johnson, HR Director di Amcor Flexibles, dan kini People & Performance Director di Kraft Heinz Indonesia. Pengalaman lintas industri itu memberinya perspektif unik tentang bagaimana HR seharusnya bergerak.
Power Talks Season 2 hadir dengan format visual baru yang lebih segar. Tujuannya sederhana: menghadirkan ruang diskusi jujur dan praktis bagi profesional HR, pemimpin bisnis, hingga pencari kerja. Episode pertama mengupas transformasi HR dari fungsi administratif menjadi mitra strategis bisnis.
Dari perbincangan itu, terangkum lima pelajaran penting. Pertama, HR harus memahami bahasa bisnis. Bukan sekadar urusan karyawan, tetapi juga arah perusahaan, target, dan kebutuhan setiap fungsi—dari pemasaran hingga rantai pasok. HR perlu hadir sejak awal dalam diskusi strategis, bukan hanya saat eksekusi kebijakan.
Kedua, coaching harus menjadi ekosistem, bukan program sekali jalan. Dina menegaskan, coaching yang baik bukan memberi tahu orang lain, melainkan memicu sudut pandang berbeda. Praktik ini perlu ditanamkan dalam proses bisnis sehari-hari dan melekat pada peran setiap manajer.
Ketiga, keputusan HR perlu memadukan data dan kemanusiaan. Angka dan fakta jadi dasar, tapi tanpa mendengarkan aspirasi pemangku kepentingan, keputusan bisa meleset. Di tahap akhir, kebijaksanaan dan empati tetap jadi pertimbangan agar eksekusi tidak merusak moral organisasi.
Keempat, perusahaan perlu membangun psychological safety. Tempat kerja ideal bukan yang bebas konflik, melainkan yang membuat karyawan berani bersuara. Pemimpin perlu approachable, tapi tetap profesional, konsisten, dan mampu memberi umpan balik tanpa perlakuan khusus.
Kelima, pemimpin HR perlu memimpin dengan keberanian dan menjaga kepercayaan. Pemimpin efektif tidak ingin disukai atau ditakuti, tetapi dihormati karena konsistensi menepati janji dan menerapkan standar adil. Keberanian juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan mencari peluang di tengah keterbatasan.
Sawitri, Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia, menambahkan bahwa diskusi ini relevan bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana SDM dipersiapkan menghadapi perubahan. “HR yang kuat bukan hanya memahami kebijakan, tetapi juga mampu berbicara dalam bahasa bisnis, membangun kepercayaan, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dampaknya bagi manusia,” ujarnya.
Power Talks Season 2 akan hadir dalam beberapa episode berikutnya. Episode baru tayang setiap bulan di kanal YouTube Jobstreet by SEEK dan Spotify dengan mencari “Power Talks by Jobstreet”. Bagi para profesional HR dan pemimpin bisnis, ini saatnya mendengarkan—karena masa depan SDM tidak hanya soal prosedur, tapi juga keberanian dan kemanusiaan.
