HarianBisnis.id-Mencari pekerjaan kini tak lagi soal menemukan lowongan sebanyak-banyaknya. Perusahaan induk Jobstreet dan Jobsdb, SEEK, meluncurkan kampanye pemasaran terpadu di enam negara Asia, termasuk Indonesia, dengan satu kata kunci: relevansi.
Kampanye yang digelar Senin (11/5) itu menjawab kegelisahan nyata. Di satu sisi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus 2025 mencapai 4,85 persen. Angka itu setara dengan sekitar 7,46 juta orang masih menganggur. Di sisi lain, Jobstreet Workplace Happiness Index justru menunjukkan 82 persen pekerja di Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja – tertinggi di kawasan Asia, jauh di atas Singapura dan Hong Kong.
“Pencari kerja tidak menginginkan lebih banyak pilihan, melainkan pilihan yang lebih cocok,” ujar Maryanne Tsiatsias, Chief Marketing Officer APAC SEEK, dalam siaran pers yang diterima wartawan.
AI di Balik Layar
Teknologi kecerdasan buatan (AI) milik SEEK menjadi jantung kampanye ini. Sistem pencocokan (search & match) berbasis AI menganalisis keterampilan, pengalaman, preferensi, hingga perilaku pengguna. Hasilnya, Jobstreet dan Jobsdb menampilkan peluang kerja yang benar-benar sesuai – bukan sekadar “cukup mendekati”.
Fitur seperti Strong Applicant Badge membantu pencari kerja mengidentifikasi lowongan di mana mereka memiliki peluang kuat. Bagi perusahaan, pendekatan data ini memudahkan menemukan kandidat tepat, dari UMKM hingga korporasi besar.
Maryanne menambahkan, relevansi menjadi krusial karena pekerja masa kini tidak hanya mengejar gaji dan lokasi. Budaya perusahaan, kesempatan bertumbuh, dan fleksibilitas kerja ikut menentukan.
Cerita ala Asia
Kampanye ini dikembangkan bersama Accenture Song, mengadaptasi konsep SEEK “Better Matches” yang sukses di Australia dan Selandia Baru. Untuk pasar Asia, cerita diterjemahkan lewat karakter-karakter ikonik lokal, seperti putri duyung dan Raja Kera (Monkey King). Iklan video utamanya disutradarai Suthon Petchsuwan, sutradara Thailand peraih Cannes Silver Lion.
Melissa Eisner, Managing Director Accenture Song, menjelaskan, “Kami ingin merancang cerita yang benar-benar selaras dengan kehidupan orang di enam negara berbeda – termasuk ikatan keluarga dan nilai budaya.”
Kampanye terpadu ini akan dijalankan di berbagai kanal: media luar ruang, video online, radio, iklan internet, media sosial, serta platform Jobstreet dan Jobsdb. Tujuannya, pesan “relevansi” menjangkau pencari kerja dan perusahaan di seluruh titik kontak.
Para pencari kerja dapat mengakses layanan ini melalui situs Jobstreet by SEEK. Dengan teknologi AI dan pendekatan budaya, SEEK berharap kesenjangan antara 7,46 juta penganggur dan tingginya tingkat kebahagiaan pekerja dapat dijembatani – satu pencocokan relevan pada satu waktu. (*)
