HarianBisnis.id-Puncak belanja Ramadan tahun ini menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku konsumen Indonesia. Bukan lagi sekadar berburu diskon untuk produk kebutuhan pokok, masyarakat kini semakin percaya diri membelanjakan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk produk bernilai tinggi—mulai dari smartphone, televisi, hingga mobil.
Data terbaru yang dirilis Lazada Indonesia setelah gelaran Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale 2026 (2–6 Maret) dan Lazada THR Sale 2026 (8–11 Maret) menunjukkan pertumbuhan penjualan hingga 3,5 kali lipat dibandingkan hari biasa. Angka ini bukan hanya didorong oleh peningkatan jumlah transaksi, tetapi juga oleh kenaikan nilai pesanan per konsumen—sebuah indikasi bahwa konsumen Indonesia semakin matang dalam berbelanja produk berkualitas secara daring.
Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?
Puncak aktivitas belanja terjadi pada minggu kedua Ramadan, bertepatan dengan periode penerimaan THR. Momen ini dimanfaatkan konsumen tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan selama berpuasa, tetapi juga untuk mempersiapkan perayaan Idulfitri dengan lebih maksimal.
Amelia Tediarjo, Head of Operations and Business Growth Lazada Indonesia, menjelaskan bahwa Ramadan secara tradisional memang menjadi periode peningkatan permintaan. Namun, tahun ini menunjukkan tren baru.
“Selama Ramadan, LazMall mengalami peningkatan penjualan hingga 3,5 kali lipat dibandingkan hari biasa, yang juga mencerminkan tren di keseluruhan platform. Kategori-kategori LazMall yang mencatat lonjakan signifikan umumnya berkaitan dengan persiapan dan perayaan Ramadan, seiring keinginan konsumen untuk meningkatkan kualitas hidup selama bulan suci hingga Idulfitri,” ujar Amelia dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Kategori Apa yang Paling Melonjak?
Lazada mencatatkan pertumbuhan tertinggi pada tiga kategori utama:
Fashion – Tumbuh hingga 5 kali lipat. Peningkatan ini terjadi di seluruh lini: fashion pria, wanita, anak-anak, hingga olahraga. “Pembelian produk fashion erat kaitannya dengan suasana perayaan, mulai dari momen buka bersama hingga persiapan Idulfitri. Konsumen memilih produk yang dapat menunjang penampilan agar merasa lebih percaya diri saat berkumpul bersama keluarga dan komunitas mereka,” jelas Amelia.
Kebutuhan Rumah Tangga – Melonjak 4,5 kali lipat. Permintaan kuat tercatat pada produk kecantikan, groceries, serta kebutuhan ibu dan anak. “Kami melihat permintaan yang kuat untuk produk kecantikan, groceries, serta ibu dan anak, seiring meningkatnya perhatian konsumen dalam merawat diri dan keluarga agar dapat menjalani puasa dengan lancar,” tambahnya.
Elektronik – Tumbuh 4 kali lipat. Lonjakan terjadi pada gawai seperti smartphone dan tablet, serta elektronik rumah tangga seperti televisi. Selain volume, nilai belanja per konsumen juga meningkat tajam. “Konsumen yang semakin cermat memanfaatkan THR untuk meng-upgrade perangkat elektronik yang tidak hanya mendukung kebutuhan hiburan, tetapi juga produktivitas sehari-hari,” kata Amelia.
Fenomena Baru: Belanja Mobil Online Naik 2,5 Kali Lipat
Salah satu temuan paling menarik dari laporan ini adalah meningkatnya kepercayaan konsumen untuk membeli produk premium bernilai tinggi melalui e-commerce. Penjualan mobil—baik konvensional maupun listrik (EV)—di Lazada meningkat 2,5 kali lipat.
“Pembelian mobil merupakan bentuk belanja premium tertinggi. Hal ini dimungkinkan berkat kehadiran distributor resmi dari brand otomotif ternama yang memastikan konsumen mendapatkan produk dan layanan terbaik, sehingga pengalaman membeli kendaraan secara online terasa mulus,” ujar Amelia.
Fenomena ini menegaskan bahwa e-commerce tidak lagi dipandang sekadar tempat berburu barang murah, tetapi telah menjadi kanal tepercaya untuk transaksi bernilai besar—asalkan didukung oleh kehadiran brand resmi dan jaminan autentisitas.
Mengapa Konsumen Makin Berani?
Perubahan perilaku ini tidak terjadi dalam semalam. Lazada mencatat bahwa peningkatan nilai belanja per konsumen di LazMall—kanal khusus yang menawarkan produk autentik dari brand tepercaya—menjadi pendorong utama pertumbuhan. Konsumen Indonesia, menurut data Lazada, kini lebih cermat dalam memilih produk, tetapi juga lebih berani mengalokasikan anggaran lebih besar untuk kualitas.
Kepercayaan terhadap belanja daring untuk produk bernilai tinggi terus menguat, seiring dengan peningkatan layanan logistik, sistem pembayaran yang aman, serta jaminan keaslian produk dari brand resmi yang bergabung di platform.
Bagaimana Strategi Lazada ke Depan?
Lazada menegaskan bahwa kesuksesan selama Ramadan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara platform dan mitra brand untuk menghadirkan penawaran dan promo yang relevan bagi pelanggan.
“Kesuksesan selama Ramadan merupakan hasil dari kolaborasi erat antara Lazada dan mitra brand untuk tidak hanya menyediakan produk autentik dan berkualitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Berbagai deals dan promo yang kami tawarkan di periode Ramadan lalu membantu pelanggan memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga untuk lebih mudah menyambut Idulfitri,” tutup Amelia.
Dengan tren yang menunjukkan kematangan konsumen dan meningkatnya kepercayaan terhadap transaksi daring bernilai tinggi, e-commerce di Indonesia diprediksi akan terus bertransformasi—bukan hanya sebagai pasar digital, tetapi sebagai ekosistem yang mendukung gaya hidup modern masyarakat.
