HarianBisnis.id-Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyumbang lebih dari 60 persen PDB nasional. Namun, 99 persen di antaranya masih berada di level usaha mikro. Pelaku UMKM perempuan pun menghadapi tantangan struktural: kesenjangan literasi keuangan dan digital, akses pembiayaan terbatas, hingga minimnya partisipasi dalam pengambilan keputusan ekonomi.
DANA bersama Ant International Foundation dan didukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) kembali membuka pendaftaran program SisBerdaya & DisBerdaya 2026. Targetnya: 6.000 perempuan pelaku UMKM dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia—naik 20 persen dari tahun sebelumnya.
Pendaftaran dibuka 1–28 April 2026 melalui tautan resmi DANA. Program berlangsung gratis, dengan rangkaian pelatihan dan pendampingan tiga bulan, serta puncak acara pada 30 Juni 2026. Tema tahun ini: “Perempuan Berteknologi Membangun Bisnis & Kesetaraan.”
Apa yang membedakan program ini dari pelatihan UMKM biasa? DANA merangkum lima pola pikir (mindset) dari para pemenang tahun-tahun sebelumnya yang berhasil naik kelas.
Pertama, siap dan adaptif dengan teknologi. Aisyah Nur Asri, pendiri Mad Quinn Beauty dan juara SisBerdaya 2025, membuktikan bahwa teknologi bisa dimulai dari hal sederhana: merapikan media sosial, mengatur landing page, rajin berkonten, dan memanfaatkan AI untuk ide pemasaran. Data INDEF 2024 menunjukkan digitalisasi bisnis mampu meningkatkan omzet tahunan UMKM hingga 50 persen.
Kedua, tidak pernah lelah belajar. Inne Viryani (Riasafood) setelah mengikuti SisBerdaya 2023 mengaku penjualan per bulannya tumbuh 130 persen, produksi naik 14 persen.
Ketiga, memperbanyak relasi. Eka Shandy Andi Ishak (diTUTA) asal Sulawesi, juara SisBerdaya 2023, aktif di komunitas wirausaha dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulsel.
Keempat, usaha kecil bisa menciptakan dampak besar. Hj. Nurlaela (Cantika Sabbena), juara SisBerdaya 2025, memberdayakan 90 persen karyawan perempuan dan menggunakan limbah kain untuk melestarikan budaya Bugis.
Kelima, tekun dan konsisten. Rani Mei Lestari, penyandang paraplegia pendiri DISPROMAN Laundry sekaligus juara 3 DisBerdaya 2025, membuka pelatihan bagi perempuan disabilitas lainnya.
“Kami memberikan kurikulum baru termasuk pembekalan gaya hidup finansial sehat. Di akhir acara, 30 finalis akan berpartisipasi dalam bazar ternama di Jakarta,” ujar Olavina Harahap, Director of Communications DANA.
Veronica Tan, Wakil Menteri PPPA, menambahkan, “Kami mengapresiasi komitmen DANA karena sejalan dengan upaya memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi nasional.”
Pendaftaran dibuka hingga 28 April. Program ini gratis. DANA mengimbau masyarakat waspada terhadap penipuan mengatasnamakan program. (*)
