HarianBisnis.id-Program pemberdayaan perempuan pelaku usaha, SisBerdaya dan DisBerdaya, sukses memasuki tahun ketiga dengan menjaring 5.000 peserta perempuan dari seluruh Indonesia. Program ini didukung oleh DANA dan Ant International untuk memajukan bisnis perempuan lewat pelatihan dan teknologi digital.
Fokus Program:
SisBerdaya fokus pada pengembangan UMKM perempuan
DisBerdaya menyasar pelaku usaha perempuan penyandang disabilitas
Pelatihan dan Pencapaian:
Peserta mengikuti pelatihan hybrid tentang model bisnis, pembayaran digital, pemasaran online, dan dasar pemanfaatan AI dalam strategi marketing
Jumlah peserta meningkat 176% dibanding tahun lalu
DisBerdaya mencatat pertumbuhan empat kali lipat dengan lebih dari 100 peserta
Seleksi ketat melibatkan UMKM dari Sumatera hingga Papua
Total hadiah Rp750 juta diberikan untuk pengembangan usaha dan adopsi teknologi
Testimoni Peserta:
Lis Sadiyah, pemilik Alfazza Farm dan pemenang SisBerdaya 2025 Area 3 (Jabodetabek), berbagi pengalaman:
“Sebelum ikut SisBerdaya, saya hanya menjual produk ke tetangga. Selama pelatihan, saya belajar digital marketing, pencatatan keuangan, dan membuat konten menarik.”
Pernyataan Tokoh Kunci:
Rony Ukurta Barus (OJK): Perempuan pelaku usaha, termasuk disabilitas, punya peran strategis dalam mendorong ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Vince Iswara (CEO DANA): Teknologi dan investasi digital harus menghilangkan kesenjangan, membantu perempuan yang bekerja keras dari rumah atau warung kecil.
Wilson Siahaan (Ant International): Komitmen mendorong pertumbuhan inklusif bagi pelaku usaha dari berbagai skala terus berlanjut.
Data Pendukung:
Survei INDEF menunjukkan 98% UMKM pengguna DANA merasakan manfaat nyata dalam pengelolaan bisnis mereka.
