Beranda » Dari Bunyi Kasar hingga Setir Tak Presisi, Suzuki Beberkan 4 Langkah Periksa Kaki-Kaki Kendaraan

Dari Bunyi Kasar hingga Setir Tak Presisi, Suzuki Beberkan 4 Langkah Periksa Kaki-Kaki Kendaraan

by Feisal

HarianBisnis.id- Gelombang arus balik Lebaran 2026 menandai berakhirnya perjalanan panjang jutaan pemudik. Namun, bagi kendaraan yang digunakan menempuh rute jauh dengan beban penuh dan kondisi jalan beragam, perjalanan belum sepenuhnya usai. Para ahli menyebut, komponen kaki-kaki—mulai dari shock absorber, ball joint, hingga sistem kemudi—berada dalam kondisi paling rentan dan memerlukan perhatian serius setelah mudik.

Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengingatkan bahwa periode mudik merupakan ujian durabilitas tertinggi bagi kendaraan. Menurutnya, banyak pemilik yang fokus pada kondisi mesin, padahal sistem suspensi dan kemudi juga bekerja ekstra keras menopang bobot kendaraan di jalanan yang tidak menentu.

“Perjalanan mudik menjadi salah satu momen berkendara dengan syarat durabilitas, karena kendaraan dipacu untuk menghadapi berbagai kondisi yang tidak menentu. Maka dari itu, penting bagi pelanggan untuk mengecek kondisi komponen mobil, seperti area kaki-kaki. Sebaiknya pastikan kondisinya tetap optimal dan siap untuk digunakan kembali sehari-hari,” ujar Hariadi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Suzuki kemudian membagikan panduan sederhana bagi pemilik kendaraan untuk mendeteksi dini potensi kerusakan pada kaki-kaki. Langkah pertama adalah mengenali tanda-tanda awal yang bisa dirasakan langsung pengemudi. Beberapa indikasi yang patut diwaspadai antara lain muncul bunyi benturan kasar (clunking noise) saat melewati jalan rusak, setir bergetar pada kecepatan tertentu, kendaraan terasa limbung, atau roda cenderung menarik ke satu sisi.

Apabila gejala tersebut ditemukan, Hariadi menyarankan agar pemilik segera membawa mobil ke bengkel resmi. Komponen seperti bushing, ball joint, link stabilizer, atau bagian kemudi yang mulai aus akibat benturan dan beban berlebih perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pengecekan visual juga dapat dilakukan pada shock absorber. Kebocoran oli pada bodi shock menjadi tanda jelas bahwa peredam kejut sudah melemah. “Shock absorber yang melemah biasanya membuat mobil terasa mengayun atau memantul berlebih, terutama setelah melewati speed trap atau jalan tidak rata,” jelas Hariadi.

Selain itu, presisi kemudi juga perlu dipastikan melalui pemeriksaan tie rod dan komponen steering. Kontur jalan yang tidak rata selama mudik dapat memengaruhi komponen tersebut. Jika setir terasa kurang responsif, muncul bunyi abnormal, atau mobil sulit melurus, maka pemeriksaan sistem kemudi harus diprioritaskan.

Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah melakukan spooring dan balancing. Getaran pada setir atau keausan ban yang tidak merata sering kali disebabkan oleh perubahan sudut roda akibat benturan dan beban penuh selama perjalanan panjang. “Spooring dan balancing sangat penting untuk menjaga stabilitas serta keselamatan. Dengan meluruskan kembali arah roda sekaligus memastikan putaran ban tetap seimbang tanpa getaran, performa berkendara akan kembali optimal. Selain itu, perawatan ini juga membantu mencegah keausan ban yang tidak merata sehingga umur pakai komponen kaki-kaki menjadi lebih panjang,” kata Hariadi.

Bagi pemilik Suzuki, proses perawatan pasca-mudik dapat dilakukan di ratusan bengkel resmi yang tersebar di Indonesia. Hariadi memerinci bahwa pemeriksaan area kaki-kaki umumnya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit. Jika dilanjutkan dengan spooring dan balancing, total waktu pengerjaan berkisar antara 60 hingga 120 menit. Sementara itu, jika ditemukan komponen yang harus diganti, estimasi waktu pengerjaan berada pada kisaran 1 hingga 2 jam, tergantung kondisi teknis kendaraan.

Untuk meningkatkan efisiensi, Suzuki juga mendorong pelanggan memanfaatkan aplikasi MySuzuki. Melalui ponsel, pemilik dapat melakukan booking service, memilih bengkel tujuan, menentukan jadwal, serta mencantumkan keluhan kendaraan. Informasi awal ini memungkinkan bengkel menyiapkan alur pemeriksaan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Dengan langkah-langkah tersebut, Hariadi berharap para pemudik dapat kembali berkendara dengan aman dan nyaman tanpa khawatir adanya kerusakan tersembunyi pada komponen vital kendaraan. “Kami ingin memastikan bahwa setelah menemani perjalanan mudik, mobil tetap dalam kondisi prima untuk aktivitas sehari-hari,” tutupnya.

You may also like

Leave a Comment