Beranda » Kain Sisa Bukan Akhir Segalanya: Pendopo Sulap Limbah Wastra Jadi Koleksi Eksklusif di Usia 15 Tahun

Kain Sisa Bukan Akhir Segalanya: Pendopo Sulap Limbah Wastra Jadi Koleksi Eksklusif di Usia 15 Tahun

by Maria Atun

HarianBisnis.id- Di usia ke-15, Pendopo tidak sekadar merayakan perjalanan panjangnya sebagai rumah bagi lebih dari 300 UMKM lokal. Perayaan bertajuk “Jejak Karya Nusantara” di Pendopo, Living World Alam Sutera, menjadi momentum untuk menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan budaya dan lingkungan melalui inovasi kreatif .

Sorotan utama perayaan kali ini adalah program “Jejak Baru Limbah Wastra” . Berangkat dari kesadaran bahwa potongan kain sisa tidak seharusnya berakhir sebagai limbah, Pendopo menggandeng desainer Adrie Basuki dan perancang sepatu Yongki Komaladi untuk mengubahnya menjadi koleksi busana dan alas kaki bernilai tinggi .

“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi pernyataan bahwa limbah bisa menjadi awal dari karya baru yang bermakna,” ujar Putu Laura, Head of Pendopo, dalam sambutannya, Selasa (23/6) .

Head of Pendopo, Putu Laura, menegaskan bahwa selama 15 tahun, Pendopo tidak hanya menjadi ruang bagi produk lokal untuk berkembang, tetapi juga jembatan yang menghubungkan karya perajin Indonesia dengan generasi masa kini . Program ini sekaligus membuktikan bahwa kreativitas dapat mengubah material yang terbuang menjadi produk fesyen yang tetap berakar pada kekayaan budaya Nusantara .

Selain menghadirkan koleksi hasil daur ulang, Pendopo juga menggelar “Jejak Apresiasi” sebagai bentuk penghargaan kepada mitra UMKM yang telah tumbuh bersama . Sementara itu, program “Jejak Koleksi” memberikan pengalaman eksklusif bagi pelanggan setia melalui mekanisme pengumpulan stempel .

Kepedulian Sosial di Tengah Perayaan
Perayaan 15 tahun Pendopo tidak hanya berhenti pada inovasi produk. Melalui program “Pendopo Peduli” yang digelar pada 8 Juni lalu, Pendopo bersama Yayasan Kawan Lama menyalurkan donasi sebesar Rp55 juta kepada Yayasan Sayap Ibu Bintaro .

Kegiatan sosial ini diisi dengan aktivitas kreatif membuat aksesori dari manik-manik bersama anak-anak disabilitas binaan yayasan. “Kami ingin perayaan ini menjadi jejak kebaikan yang terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk tumbuh bersama,” tambah Putu Laura .

Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten, Sutan Adrin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pendopo yang tidak hanya mendukung pelestarian budaya dan karya lokal, tetapi juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan . Donasi tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan kesehatan dan aktivitas harian anak-anak penyandang disabilitas di bawah asuhan yayasan .

Melalui rangkaian program ini, Pendopo menegaskan bahwa 15 tahun perjalanan bukanlah sekadar tentang pertumbuhan bisnis, tetapi tentang warisan budaya yang dilestarikan, kreativitas yang dipupuk, dan kolaborasi yang tak pernah berhenti .

You may also like

Leave a Comment