Beranda » Bank Sampah Karyawan WINGS Group: Ketika Kantor Jadi Tempat Menabung Sampah

Bank Sampah Karyawan WINGS Group: Ketika Kantor Jadi Tempat Menabung Sampah

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Suasana kantor WINGS Group di Cakung, Jakarta Timur, kini berbeda setiap bulan. Puluhan karyawan membawa kantong berisi botol plastik, kertas, dan kaleng bekas. Mereka mengantre rapi di meja penimbangan. Sampah itu lalu ditimbang, dicatat, dan dimasukkan ke tabungan. Bukan tabungan uang, melainkan tabungan sampah yang nilainya terus bertumbuh.

Praktik ini bagian dari program Bank Sampah Karyawan yang diinisiasi Yayasan WINGS Peduli. Program memperkuat kampanye #PilahDariSekarang dengan membangun ekosistem pengelolaan sampah terpadu. Ekosistem menghubungkan edukasi, praktik pemilahan, dan penyaluran ke rantai daur ulang yang bertanggung jawab. Pendekatan ini sejalan dengan UU No.18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Yayasan WINGS Peduli menggandeng Bank Sampah Kartini 09 sebagai mitra pelaksana. Bank sampah binaan sejak 2023 itu mendapat pelatihan dan pendampingan teknis bersama Waste4Change. Penguatan kapasitas memungkinkan pengurusnya memperluas peran. Mereka kini menjadi mitra yang secara aktif mengedukasi serta mengelola operasional Bank Sampah Karyawan WINGS Group setiap bulan.

Seva Nefertiti, perwakilan Yayasan WINGS Peduli, menyampaikan kebiasaan memilah sampah tumbuh saat masyarakat memiliki sistem yang memudahkan. Ia menekankan pentingnya memastikan sampah benar-benar dikelola secara bertanggung jawab. Kolaborasi pelaku usaha, komunitas, dan pelaku daur ulang membentuk ekosistem bermanfaat. Pesan itu menjadi ruh dari program ini.

Pendampingan dimulai dari sesi Sustainability Talk bersama pengurus Bank Sampah Kartini 09. Mereka berbagi pengetahuan soal pemilahan dan mekanisme operasional bank sampah. Edukasi diperkuat komunikasi rutin di grup WhatsApp dan penimbangan bulanan. Karyawan memperoleh pendampingan langsung secara intensif setiap kegiatan penimbangan berlangsung.

Material yang diterima meliputi plastik, kertas, kaleng, dan minyak jelantah. Semua material dijual Bank Sampah Kartini 09 kepada pelapak atau offtaker sesuai jenisnya. Sampah terpilah itu kemudian dijual kembali ke industri daur ulang sebagai bahan baku. Proses ini mengurangi beban TPA dan memberi nilai ekonomi bagi semua pihak.

Hingga kini, program diikuti puluhan nasabah aktif. Setiap penimbangan mengumpulkan rata-rata 290 kg sampai 500 kg sampah terpilah. Angka itu menunjukkan antusiasme luar biasa karyawan dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Pemilahan sampah perlahan menjadi kebiasaan sehari-hari yang positif di lingkungan kantor WINGS Group.

Program ini bagian dari Pendampingan Bank Sampah dalam kampanye #PilahDariSekarang. Kampanye dijalankan bersama program Aksi Bersih, Edukasi, dan KolaborAKSI. Yayasan WINGS Peduli berupaya mengelola sampah secara bertanggung jawab dengan melibatkan komunitas, karyawan, hingga masyarakat luas. Komitmen #WINGSPeduliLingkungan menjadi landasan utama gerakan ini.

Melalui program ini, Yayasan WINGS Peduli menunjukkan tanggung jawab lingkungan dimulai dari langkah kecil. Karyawan tidak hanya mendapat edukasi, tetapi terlibat langsung dalam praktik pemilahan. Mereka bagian dari solusi permasalahan sampah nasional. Partisipasi aktif membuktikan perubahan dimulai dari kesadaran individu. Gerakan kecil berdampak besar.

Ke depan, Yayasan WINGS Peduli berkomitmen memperluas jangkauan program. Kolaborasi dengan bank sampah binaan terus diperkuat. Tujuannya menciptakan ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Program ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi dapat mewujudkan hidup yang lebih baik bersama WINGS.

You may also like

Leave a Comment