HarianBisnis.id-Mesin-mesin raksasa di Corporate University PT United Tractors Tbk (UT) mendadak hening berganti sorak sorai. Sebanyak 25 siswa SMK terbaik dari 25 provinsi bertarung dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional Bidang Teknik Alat Berat 2026. Tiga hari penuh, mulai 28 hingga 30 Juli, kompetisi bergengsi ini berlangsung sengit .
Di tengah dominasi dunia teknik yang selama ini identik dengan laki-laki, sebuah sejarah baru tercipta. Nia Aulia Jayanti, siswi SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh, Banyumas, keluar sebagai juara pertama . Prestasi ini sekaligus mempertahankan gelar Juara 1 LKS Nasional Cabang Alat Berat untuk Provinsi Jawa Tengah, mengulang pencapaian serupa pada 2025 .
Kemenangan Nia bukan sekadar medali emas, melainkan juga pukulan telak bagi stereotip gender. “Di teknik alat berat membutuhkan kondisi fisik yang kuat, sehingga saya harus rutin berlatih. Mental juga dipersiapkan,” ujar Nia kepada wartawan usai kompetisi . Ia membuktikan bahwa kompetensi tidak mengenal batas kelamin.
Kolaborasi antara UT dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Puspresnas ini menjadi ajang unjuk gigi bagi talenta vokasi Indonesia . Kepala Puspresnas, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, turut hadir menyaksikan langsung semangat juara para peserta. Direktur SMK Kemendikdasmen, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, juga ikut memeriahkan acara .
Selain unjuk keterampilan, para peserta juga dibekali sertifikasi kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Alat Berat Indonesia . Mereka menjalani rangkaian agenda mulai dari technical meeting, safety induction, hingga pemeriksaan kesehatan. Sharing session dengan para praktisi industri menjadi momen berharga untuk menimba pengalaman langsung .
Juara pertama, Nia Aulia Jayanti, berhak mendapatkan beasiswa penuh di ASTRAtech. Sementara juara kedua diraih Frandy Maulana Firmansyah dari Jawa Timur, dan juara ketiga Muhammad Nadzarel Deviansyah dari D.I. Yogyakarta . Ketiganya kini dipersiapkan untuk melaju ke ajang yang lebih bergengsi, WorldSkills Competition (WSC) 2026 di Shanghai, China .
Head of Corporate Communication & Sustainability Division UT, Dianwahyu Sri Purnomo, menegaskan bahwa LKS bukan sekadar kompetisi. “Ini bagian dari komitmen kami dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi di bidang alat berat,” ujarnya . UT berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri terus melahirkan talenta terbaik yang siap bersaing di kancah internasional.
Guru pembimbing Nia, Pebri Kristamtomo, S.Pd., mengaku bangga dengan perjuangan anak didiknya. “Lebih dari sekadar medali, kemenangan ini menjadi pesan bahwa kesempatan tidak mengenal gender,” tuturnya . Perjalanan panjang dari juara provinsi hingga ke puncak nasional akhirnya terbayar sudah.
Melalui LKS, UT tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis siswa SMK. Perusahaan yang telah berdiri sejak 1972 ini juga mendukung pengembangan ekosistem pendidikan vokasi . Tujuannya jelas: menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja.
Kisah Nia dan 25 peserta lainnya menjadi bukti bahwa masa depan industri alat berat Indonesia ada di tangan generasi muda yang berani bermimpi. Dengan pembinaan berkelanjutan dari UT bersama Kemendikdasmen, talenta-talenta vokasi ini siap menorehkan prestasi hingga ke panggung dunia. Indonesia memang sedang berbenah, satu kompetensi demi satu kompetensi.
