Beranda » Dari Baterai hingga Peta Jalan: GIIAS 2026 Bahas Tuntas Masa Depan Industri Otomotif

Dari Baterai hingga Peta Jalan: GIIAS 2026 Bahas Tuntas Masa Depan Industri Otomotif

by Umar Haris

HarianBisnis.id- Di balik gemerlap mobil-mobil terbaru yang berjejer rapi, GIIAS 2026 menyimpan ruang diskusi yang tak kalah penting. Garuda Main Hall ICE BSD menjadi saksi bagi dua program bergengsi, yakni GIAC dan Daily Seminar. Para pelaku industri, akademisi, dan pemerintah duduk bersama membahas masa depan.

GIAC yang ke-20 digelar Selasa (4/8) dengan tema “Eye of The Future for Indonesia Automotive Industry”. Konferensi tahunan ini menjadi ajang strategis memetakan arah industri di tengah pergeseran teknologi. Anton Kumonty, Ketua Harian GAIKINDO, membuka acara dengan optimisme tinggi.

Indonesia, menurut Anton, memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi otomotif. Namun, dibutuhkan strategi jitu agar daya saing tetap terjaga. “Kami berharap diskusi ini memberi masukan berharga bagi pemerintah dan pemangku kepentingan,” ujarnya di hadapan para peserta.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keynote speech yang menggugah. Ia menegaskan industri otomotif adalah motor penggerak ekonomi nasional. Efek bergandanya terasa dari manufaktur, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja yang masif.

Purbaya mengingatkan, tantangan ke depan bukan sekadar adopsi kendaraan listrik. “Kita harus memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, dan lapangan kerja,” tegasnya. Sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan industri menjadi kunci utama memperkuat daya saing nasional.

Beragam perspektif internasional turut mewarnai GIAC 2026. Hadir perwakilan dari Jerman dan Jepang, dua negara dengan sejarah panjang di otomotif. Diskusi yang dimoderatori Jahen Fachrul Rezki dari LPEM FEB UI berjalan dinamis, membahas kebijakan dan kolaborasi global.

Sementara itu, Daily Seminar digelar selama dua hari berturut-turut. Rabu (5/8), topik “Mengkaji Ulang Peta Jalan Industri Otomotif Nasional” mengundang perhatian. Narasumber dari Kementerian Perekonomian, Kementerian Perindustrian, dan Indonesia Battery Corporation hadir memberikan pandangan.

Kamis (6/8), seminar bertajuk “Membangun Sistem Pengelolaan Limbah Baterai yang Berkelanjutan” mengupas isu krusial. Seiring meningkatnya kendaraan listrik, penanganan baterai purnapakai menjadi tantangan besar. Para ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup dan GGGI Indonesia turut ambil bagian.

GIIAS 2026 juga mengumumkan rangkaian The Series yang akan menyapa lima kota besar. Surabaya, Bandung, Semarang, Makassar, dan bahkan Bali menjadi destinasi berikutnya. Pameran ini tak hanya berhenti di Tangerang, tetapi terus menjangkau penggemar otomotif di seluruh Indonesia.

Dari konferensi hingga seminar, GIIAS 2026 membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar pameran. Ia menjelma menjadi platform edukatif dan strategis bagi seluruh pemangku kepentingan. Inovasi, keberlanjutan, dan daya saing kini menjadi nafas baru industri otomotif tanah air.

You may also like

Leave a Comment