HarianBisnis.id- Di tengah hiruk-pikuk GIIAS 2026, ALVA membagikan fakta mengejutkan. Total jarak tempuh seluruh motor listriknya telah mencapai 78 juta kilometer hingga akhir Juni. Angka ini melonjak drastis dari 22 juta kilometer pada Januari 2025.
Setiap kilometer itu adalah bukti nyata adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Pengguna ALVA semakin percaya diri melaju di jalanan perkotaan hingga pedalaman. Mobilitas hijau kini bukan sekadar wacana, melainkan gaya hidup yang berkembang pesat.
Ekosistem Boost Charge ALVA menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Jaringan pengisian daya telah berkembang dari 150 konektor pada akhir 2025 menjadi lebih dari 490 konektor semester pertama 2026. Infrastruktur pendukung makin tersebar luas.
Utilisasi stasiun pengisian juga mencatat lonjakan fantastis. Total durasi pengisian daya meningkat dari 1.600 jam pada Juni 2025 menjadi lebih dari 68.000 jam di Juni 2026. Pertumbuhannya mencapai 42 kali lipat dalam satu tahun terakhir.
Lebih dari 444 ribu kWh energi listrik telah disalurkan kepada pengguna ALVA. Angka itu menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik mulai berputar kencang. Setiap pengisian daya menjadi bukti peralihan dari bahan bakar fosil ke energi bersih.
Tak hanya infrastruktur, layanan purna jual ALVA juga terus diperkuat. Kini terdapat 130 lebih titik layanan yang tersebar di 39 kota di seluruh Indonesia. Jangkauan itu memastikan pengguna tetap mendapat dukungan di mana pun berada.
Customer service dan roadside assistance beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Garansi rangka 5 tahun atau 50.000 kilometer untuk seri ALVA N3 Next Gen. Kemudahan kepemilikan menjadi prioritas utama bagi perusahaan.
Program BEBAS PAS menawarkan fleksibilitas biaya sesuai kebutuhan. Mulai dari Rp125.000 per bulan untuk pemakaian 0-700 kilometer. Konsumen bebas memilih paket yang paling sesuai dengan gaya berkendara mereka.
Dari sisi manufaktur, fasilitas ALVA telah mengantongi sertifikasi ISO dan INDI 4.0. Sertifikat itu menegaskan komitmen terhadap kualitas dan efisiensi produksi. Seluruh lini produk ALVA juga memiliki TKDN di atas 40 persen.
Dengan ekosistem yang kian matang, ALVA optimis masa depan kendaraan listrik di Indonesia cerah. Infrastruktur, layanan, dan produk berkualitas kini tersedia bagi masyarakat. Perjalanan menuju mobilitas hijau di Tanah Air semakin nyata dan terukur.
