Beranda » Goresan Bali di Ruang Showroom, BMW Astra Rayakan Kemerdekaan Lewat 18 Lukisan

Goresan Bali di Ruang Showroom, BMW Astra Rayakan Kemerdekaan Lewat 18 Lukisan

by Umar Haris

HarianBisnis.id-Suasana showroom BMW Astra di Cilandak terasa berbeda pagi itu. Bukan hanya deru mesin premium yang menyambut, tetapi juga goresan warna dari Pulau Dewata.

Sebanyak 18 lukisan karya lima maestro Bali menghiasi dinding ruang pamer. Pameran bertajuk Celebrating Indonesia Through Art resmi dibuka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kolaborasi antara BMW Astra dan Teh Villa Gallery ini mengusung tema The Art of Joy. Sebelumnya, pameran serupa telah sukses digelar di Surabaya sepanjang Juli lalu.

Kali ini, giliran showroom BMW Astra Cilandak dan Serpong yang menjadi panggung seni. Pengunjung dapat menikmati harmoni antara teknologi otomotif dan keindahan visual lukisan.

Sanfrantis Tanu, Chief Executive BMW Astra, menjelaskan makna di balik kolaborasi ini. Showroom dengan konsep Retail.Next di Cilandak hadir bukan hanya untuk transaksi biasa.

“Kami ingin memanjakan pelanggan dengan fasilitas dan rasa,” ujar Sanfrantis. Menurutnya, presisi mesin dan kepekaan seni menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih manusiawi.

Lima seniman asal Bali turut meramaikan pameran istimewa kali ini. Mereka adalah I Nyoman Erawan, I Made Astawa, I Nyoman Sujana, dan dua maestro lainnya.

Setiap lukisan mengangkat narasi tentang kehidupan, keberlanjutan, dan nilai kemanusiaan. Gaya khas masing-masing seniman menghadirkan keberagaman cerita dalam satu ruang.

Ronald Sitolang, Inisiator Teh Villa Gallery, menegaskan keselarasan tema pameran. “The Art of Joy selaras dengan filosofi BMW, Sheer Driving Pleasure,” tuturnya penuh semangat.

Ia percaya bahwa perjalanan berarti sama halnya dengan proses kreatif. Keduanya membutuhkan ketelitian, kepekaan, dan dedikasi tinggi untuk menghasilkan karya terbaik.

Nilai presisi dalam merakit mobil ternyata sejalan dengan seni melukis. Setiap sapuan kuas dan komponen mesin memerlukan perhatian terhadap detail yang sama.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata seni dan teknologi dapat berpelukan. Keduanya hadir dalam satu ruang tanpa kehilangan esensi masing-masing.

Namun, pameran ini tidak sekadar memajang karya seni semata. Ada misi sosial yang melekat pada setiap goresan kuas yang dipamerkan.

Sepuluh persen dari hasil penjualan lukisan akan disumbangkan ke panti asuhan. Pembeli pun dapat menentukan sendiri arah donasi sesuai keinginan hati.

Program serupa di Surabaya sebelumnya telah menyalurkan bantuan berarti. Panti Asuhan Al Huda dan Rumah Anak Pondok Kasih merasakan manfaatnya langsung.

Keberlanjutan inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata BMW Astra. Mereka tidak hanya menghadirkan kemewahan, tetapi juga kepedulian terhadap sesama.

Sanfrantis mengundang masyarakat luas untuk datang dan merasakan pengalaman ini. Pameran berlangsung hingga Oktober 2026 di dua lokasi showroom tersebut.

“Cilandak dan Serpong kini menunggu kunjungan penikmat seni dan otomotif,” ujarnya. Ia berharap The Art of Joy menjadi perayaan yang mempertemukan banyak elemen.

Showroom yang biasanya identik dengan mesin dan kecepatan kini berbisik lembut. Bisikan itu datang dari lukisan Bali yang menceritakan tentang Indonesia yang kaya.

Pengunjung dapat menikmati secangkir teh sambil meresapi setiap goresan. Suasana galeri dan showroom menyatu dalam pengalaman berkesan yang tak terlupakan.

Lukisan-lukisan itu seolah mengingatkan bahwa Indonesia penuh dengan keindahan. Dari ujung barat hingga timur, seni selalu menjadi bahasa pemersatu bangsa.

Kemerdekaan ke-81 tahun ini dirayakan dengan cara berbeda. Bukan dengan karnaval atau pawai, melainkan dengan apresiasi mendalam terhadap karya anak bangsa.

Setiap sudut showroom kini bercerita tentang semangat kebangsaan. Warna-warna cerah dari kanvas menghangatkan ruang yang biasanya dingin dan formal.

Sanfrantis berharap inisiatif ini menginspirasi lebih banyak pihak. Dunia usaha dan seni dapat bersinergi menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas.

Ronald Sitolang menambahkan bahwa seni adalah jembatan emosional yang kuat. Melalui lukisan, pesan tentang cinta tanah air tersampaikan tanpa kata-kata.

Para seniman Bali yang terlibat merasa bangga karyanya dipamerkan di ruang bergengsi. Mereka berharap goresan tangan dapat menyentuh hati setiap pengunjung.

Pameran The Art of Joy menjadi ruang dialog antara masa lalu dan masa kini. Tradisi seni bertemu dengan modernitas otomotif dalam satu harmoni indah.

Pengunjung yang datang tidak hanya dimanjakan secara visual. Mereka juga diajak merenungkan makna perjuangan dan kemerdekaan melalui setiap lukisan.

Di tengah gemuruh mesin, ada bisikan lembut dari goresan kuas. Itulah semangat Indonesia yang terus hidup, dirayakan dengan rasa dan karya. (*)

You may also like

Leave a Comment