Beranda » Pasca-Lebaran, Bridgestone Ungkap 3 Faktor Ekstrem yang Mempercepat Keausan Ban

Pasca-Lebaran, Bridgestone Ungkap 3 Faktor Ekstrem yang Mempercepat Keausan Ban

by Luds

HarianBisnis.id-Libur Lebaran 2026 telah usai. Ratusan ribu kendaraan pribadi kembali ke kota masing-masing setelah menempuh perjalanan jauh. Namun, satu komponen kendaraan yang paling berat kerjanya kerap luput dari perhatian: ban.

PT Bridgestone Tire Indonesia mengimbau masyarakat segera melakukan pengecekan ban pasca-mudik. Sebab, perjalanan jarak jauh dengan durasi lama, beban berlebih, serta kondisi jalan yang beragam—mulai dari mulus hingga berlubang dan bergelombang—mempercepat keausan secara signifikan.

“Ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal. Pengecekan setelah mudik adalah langkah preventif untuk memastikan keamanan dan performa tetap optimal,” ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, di Karawang, Kamis (2/4).

Apa saja yang harus diperiksa? Pertama, tekanan angin. Tusukan paku kecil sering tidak terasa saat perjalanan, tetapi menyebabkan tekanan turun perlahan. Ban dengan tekanan kurang dapat menghasilkan panas ekstrem hingga risiko pecah.

Kedua, periksa dinding samping ban. Adakah benjolan (bulging) akibat menghantam lubang? Atau retakan halus karena pemanasan berlebih? Keduanya menandakan struktur ban telah berubah dan memerlukan penggantian segera.

Ketiga, amati pola keausan tapak ban. Keausan tidak merata bisa jadi karena setelan spooring berubah akibat guncangan jalan. Bridgestone merekomendasikan spooring, balancing, dan rotasi ban setelah mudik untuk mengembalikan stabilitas kemudi.

Mukiat menambahkan, perusahaan telah menyiagakan lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model (TOMO) di seluruh Indonesia. Pengguna kendaraan pribadi bisa datang ke gerai terdekat untuk konsultasi dan pengecekan ban secara gratis.

“Kerusakan ban sering tidak langsung terlihat, tapi berpotensi membahayakan jika tidak ditangani sejak awal,” tegasnya.

Pengecekan pasca-mudik, menurut Bridgestone, bukan hanya mencegah kerusakan lebih parah, tetapi juga menghindari risiko pecah ban di kemudian hari serta memperpanjang umur pakai ban. Dengan mobilitas harian yang kembali padat, satu langkah kecil ini bisa menyelamatkan nyawa. (*)

You may also like

Leave a Comment