Beranda » Libur Panjang di Depan Mata, Suzuki Ingatkan Pentingnya ‘Mata Ketiga’ di Jalan”

Libur Panjang di Depan Mata, Suzuki Ingatkan Pentingnya ‘Mata Ketiga’ di Jalan”

by Umar Haris

HarianBisnis.id- Kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di sektor transportasi. Di tengah lonjakan mobilitas masyarakat, terutama saat periode libur panjang, keselamatan berkendara menuntut lebih dari sekadar kemampuan menyetir. Kesadaran akan pentingnya budaya berkendara defensif atau defensive driving kini menjadi sorotan utama PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) guna menekan angka risiko kecelakaan.

Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT SIS, menyatakan bahwa risiko perjalanan selalu mengintai, khususnya ketika volume kendaraan meningkat. “Agar semua pengguna jalan bisa meminimalisir potensi tersebut bersama-sama, akan lebih baik jika kita menerapkan defensive driving,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Defensive driving, menurut Suzuki, merupakan pendekatan berkendara yang bersifat antisipatif, bukan reaktif. Pengendara dituntut untuk tidak hanya fokus pada kemudi, tetapi juga aktif memprediksi potensi bahaya di sekitarnya. Kemampuan membaca situasi lalu lintas secara dini menjadi kunci agar pengemudi dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat di berbagai kondisi jalan.

Untuk mengimplementasikan budaya tersebut, Suzuki merangkum tujuh panduan praktis. Pertama, pastikan kendaraan siap jalan dengan memeriksa ban, rem, lampu, wiper, dan cairan kendaraan sebelum perjalanan jauh. Kedua, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan guna memberikan ruang bereaksi. Ketiga, gunakan lajur dengan benar dan hindari perpindahan lajur secara mendadak tanpa menyalakan lampu sein.

Keempat, pantau kondisi sekitar secara berkala melalui kaca spion, termasuk area belakang kendaraan. Kelima, atur kecepatan sesuai batas yang ditentukan dan kendalikan emosi agar terhindar dari gaya mengemudi agresif. Keenam, beristirahatlah jika konsentrasi mulai menurun dengan singgah di rest area atau lokasi aman.

Tak hanya mengandalkan perilaku pengemudi, Suzuki juga menghadirkan solusi teknologi pada model SUV terlarisnya, New XL7 Alpha Hybrid, melalui fitur Smart e-Mirror. Perangkat ini berfungsi sebagai “mata ketiga” yang memberikan manfaat signifikan bagi keselamatan.

Fitur unggulan ini menawarkan tiga kelebihan utama. Pertama, meningkatkan area pandang dan mengurangi blind spot. Kamera yang diposisikan di pintu bagasi dengan sudut lebar mampu memberikan tampilan visual ke belakang secara jelas tanpa terhalang barang bawaan atau penumpang. Kedua, membantu pengambilan keputusan lebih cepat berkat tampilan yang terang dan stabil, memungkinkan pengendara merespons situasi berbahaya lebih dini.

Ketiga, perekaman perjalanan yang akurat. Smart e-Mirror memiliki kemampuan merekam area depan dan belakang, berfungsi layaknya CCTV kendaraan yang dapat digunakan sebagai bukti jika terjadi insiden tak terduga.

Hariadi menambahkan bahwa fitur ini sangat relevan bagi konsumen yang sering bepergian bersama keluarga, membawa barang bawaan banyak, atau menempuh jalur antarkota dengan kondisi lalu lintas yang beragam. Meski demikian, Suzuki menegaskan bahwa Smart e-Mirror hanyalah pendukung, bukan pengganti kewaspadaan pengemudi.

“Teknologi dapat membantu perjalanan menjadi lebih aman, tetapi perilaku berkendara antisipatif tetap menjadi faktor penentu. Defensive driving membantu pengemudi tetap waspada dan terkendali dalam menghadapi berbagai situasi di jalan,” tutup Hariadi. (*)

You may also like

Leave a Comment