HarianBisnis.id-PGE tegaskan panas bumi sebagai fondasi transisi energi Asia. Potensi Indonesia capai 24 GW, setara 40% cadangan global.
Direktur Keuangan PGE Yurizki Rio sampaikan hal ini di forum internasional. Asia masih andalkan 80% energi fosil untuk listrik baseload.
Namun, investasi energi bersih Asia Tenggara perlu naik lima kali lipat. Dibutuhkan dana US$190 miliar per tahun pada 2035.
“Panas bumi jawab trilema energi: keterjangkauan, keandalan, keberlanjutan,” tegas Yurizki. Sumber ini andal dan tak tergantung cuaca.
Indonesia butuh US$20-25 miliar per tahun untuk energi terbarukan. Biaya satu sumur panas bumi bisa capai US$6 juta.
PGE jaga disiplin finansial untuk tarik investor internasional. Mereka kembangkan proyek beyond electricity seperti hidrogen hijau.
Setiap US$1 miliar investasi panas bumi ciptakan multiplier effect 1,25 kali. Ini gerakkan industri lokal dan ciptakan lapangan kerja.
