Beranda » Dari Dividen hingga Sovereign AI: Indosat Siap Jadi AI Nation Shaper Pasca-RUPST 2026

Dari Dividen hingga Sovereign AI: Indosat Siap Jadi AI Nation Shaper Pasca-RUPST 2026

by Amelia

HarianBisnis.id-  PT Indosat Tbk (Indosat) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (5/5) di Jakarta. Dalam agenda tahunan itu, pemegang saham menyetujui sejumlah keputusan penting: pembagian dividen total Rp3,58 triliun, pengangkatan tiga direktur baru, serta satu komisaris baru. Keputusan ini menjadi penanda fase pertumbuhan baru seiring percepatan strategi AI North Star perusahaan.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa di tengah tantangan makroekonomi sepanjang 2025, perseroan tetap menunjukkan ketangguhan melalui eksekusi bisnis yang disiplin.

“Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin. Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen,” ujar Vikram dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (20/5).

Dividen Solid, Laba Dirasakan Pemegang Saham

RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp3.579.840.016.227 atau setara dengan Rp111 per saham. Jumlah ini mencerminkan kinerja keuangan yang solid meskipun tekanan kondisi ekonomi global masih terasa. Dividen akan dibagikan selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.

Keputusan ini sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi Indosat dari operator telekomunikasi konvensional menuju perusahaan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai membuahkan hasil nyata.

Jajaran Direksi Baru, Strategi Makin Tajam

RUPST juga menyetujui pengangkatan Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi, efektif sejak penutupan rapat. Sementara itu, Seppalga Ahmad diangkat sebagai Komisaris Perseroan.

Reski Damayanti membawa pengalaman lebih dari dua dekade di bidang hukum, regulasi, dan tata kelola perusahaan. Ia akan berperan memperkuat kerangka tata kelola serta mendorong inisiatif strategis di bidang regulasi, termasuk mendukung solusi berbasis AI seperti anti-spam dan anti-scam.

Apoorva Mehrotra memiliki rekam jejak internasional lebih dari 25 tahun di Asia dan Afrika, termasuk sebagai Regional CEO East Africa di Airtel Africa. Honesti Basyir, yang juga dikenal luas di industri telekomunikasi, diyakini akan mempercepat transformasi Indosat, khususnya dalam eksekusi strategi pengembangan AI perusahaan.

Rapat juga memberhentikan dengan hormat Ahmad Zulfikar sebagai Direktur dan Achmad Syah Reza sebagai Komisaris. Indosat menyampaikan apresiasi atas kontribusi keduanya.

AI North Star Makin Terakselerasi

Di luar urusan kepemimpinan, Indosat terus mempercepat ambisi AI North Star. Perusahaan bertransformasi menjadi AI-native telco, mengintegrasikan AI ke seluruh operasi inti untuk personalisasi layanan, peningkatan produktivitas, dan efisiensi belanja modal.

Kolaborasi dengan NVIDIA yang diumumkan pada NVIDIA GTC 2026 menjadi salah satu pendorong utama. Indosat memanfaatkan platform Accelerated Computing dan model AI terbuka NVIDIA Nemotron untuk membangun Sahabat-AI, platform kolaboratif yang membuka akses luas terhadap kecerdasan buatan sesuai konteks budaya Indonesia.

Tak hanya itu, AI Grid yang terdistribusi akan memanfaatkan cakupan jaringan nasional dan infrastruktur pusat data Indosat untuk mendistribusikan daya komputasi AI ke seluruh Indonesia—dari kota besar hingga daerah terpencil.

Dengan strategi ini, Indosat terus bertransformasi menjadi AI Nation Shaper, tidak lagi sekadar penyedia konektivitas, tetapi penggerak utama ekonomi berbasis AI di Indonesia.

You may also like

Leave a Comment