Beranda » Dari Meja Makan ke Warung Kaki Lima, Coca-Cola dan 99 Tahun Kebersamaan yang Autentik

Dari Meja Makan ke Warung Kaki Lima, Coca-Cola dan 99 Tahun Kebersamaan yang Autentik

by Amalia Putri

HarianBisnis.id-Langit ibu kota baru saja gelap ketika deru mesin pendingin di sebuah ruang acara mulai berdengung. Suhu tepat tiga derajat Celcius menjadi saksi bisu dimulainya ritual penyajian ikonik yang telah dinantikan. Di sana, Coca-Cola Indonesia merayakan 99 tahun perjalanannya dengan sebuah pengalaman bernama Nongkrong Seru Bareng Coca-Cola.

Momen ini menjadi penanda babak baru, sekaligus pengingat akan akar budaya yang kuat. Selama hampir satu abad, minuman bersoda itu telah menyelinap ke dalam relung kehidupan masyarakat. Dari warung pinggir jalan hingga meja makan malam keluarga, kebersamaan selalu terasa lebih lengkap dengan gelembung-gelembung karbonasi yang menyegarkan.

Di era serba digital ini, kehadiran fisik dan obrolan nyata justru menjelma menjadi kebutuhan yang mendalam. Budaya nongkrong di Indonesia bukan sekadar ajang ngobrol, melainkan ritual sakral membangun kedekatan. Coca-Cola memahami betul bahwa santapan bersama dan percakapan alami adalah perekat yang tak tergantikan.

Memasuki ambang satu abad kehadirannya di Nusantara, perusahaan minuman raksasa itu tak sekadar bernostalgia. Mereka justru meneguhkan komitmen untuk terus menjadi bagian dari tradisi bermakna masyarakat. Langkah strategis ini dijalankan di bawah komando pemimpin baru yang penuh semangat.

Eva Lusiana resmi diperkenalkan sebagai President Director PT Coca-Cola Indonesia dalam acara yang digelar di Jakarta, Kamis (31/7). Wanita yang tumbuh bersama merek ini itu menyatakan rasa syukur karena Coca-Cola selalu hadir dalam momen lintas generasi. “Ini bukan hanya tentang rasa, tapi kenangan di baliknya,” ujarnya.

Menurut Eva, di tengah gempuran interaksi daring, masyarakat tetap merindukan autentisitas pertemuan fisik. Ia percaya bahwa berbagi cerita sambil menikmati hidangan adalah cara terbaik meluangkan waktu berkualitas. “Kami ingin menemani kebersamaan itu melalui Nongkrong Seru Bareng Coca-Cola,” tambahnya.

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah ritual penyajian “The Perfect Serve of Coke”. Kesegaran maksimal dihadirkan melalui gelas Contour yang didinginkan, es batu padat, dan Coca-Cola super dingin. Aroma khas yang mudah dikenali semakin sempurna dengan tambahan setengah irisan lemon segar.

Ritual ini mengubah aktivitas menuang minuman menjadi sebuah pengalaman sensorik yang menggugah selera. Tak heran jika sensasi ini telah dicintai oleh berbagai generasi di Indonesia selama puluhan tahun. Tradisi ini menjadi fondasi pengalaman bersantap yang tak terlupakan.

Lebih dari sekadar minuman, Coca-Cola menunjukkan eksplorasi rasa melalui sesi food pairing dan mixology. Para praktisi kuliner seperti Gupta Sitorus dan Primo Rizky menjelaskan pentingnya minuman untuk menyeimbangkan cita rasa hidangan. “Karbonasi pada Coca-Cola menyegarkan pengecap, cocok untuk hidangan gurih dan berasap,” jelas mereka.

Kreasi mixology yang diperkenalkan antara lain Pickled Cola, memadukan minuman klasik dengan acar gherkin dan jalapeño. Menu food pairing yang disajikan juga kaya akan kuliner Nusantara, mulai dari mie celor hingga ayam goreng. Eva menutup acara dengan harapan agar momen ini menjadi pengingat untuk saling berbagi cerita dan menikmati waktu bersama.

You may also like

Leave a Comment