HarianBisnis.id-Di tengah harga bahan bakar minyak yang tak menentu dan antrean panjang di sejumlah SPBU, PT Polytron Technology Indonesia meluncurkan terobosan sederhana namun strategis: kalkulator digital. Konsumen kini bisa menghitung sendiri potensi penghematan motor listrik dibanding motor bensin, berdasarkan kebutuhan harian mereka.
Fitur yang dapat diakses melalui situs resmi Polytron EV itu menjawab satu pertanyaan krusial: seberapa besar benar-benar hematnya?
Berdasarkan simulasi dengan jarak tempuh 60 km per hari atau lebih dari 21.000 km per tahun, angka yang muncul cukup mencengangkan. Motor listrik Polytron FOX 350 hanya membutuhkan biaya energi Rp885.600 per tahun. Sementara motor bensin konvensional menguras Rp4.320.000 hanya untuk BBM.
“Jika ditambah biaya STNK dan servis, total tahunan motor listrik sekitar Rp935.600, sedangkan motor bensin mencapai Rp5.360.000. Artinya, pengguna bisa menghemat hingga Rp4.424.400 per tahun,” ujar Head of Group Product EV-2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, di Jakarta, Rabu (1/4).
Dengan kata lain, dalam lima tahun, tabungan dari efisiensi saja sudah cukup untuk membeli satu unit motor listrik baru.
Apa yang membuat perhitungan ini kredibel? Polytron tidak sekadar mengklaim. Mereka membuka data secara transparan: biaya per charge listrik hanya sekitar Rp6.000 untuk jarak hingga 130 km. Waktu pengisian 4–5 jam (atau 1 jam dengan fast charging) dan bisa dilakukan di rumah. Tidak perlu mengantre SPBU.
Untuk mempercepat adopsi, Polytron juga melanjutkan program subsidi Rp7 juta sepanjang April 2026. Harga FOX 350 di Jabodetabek menjadi Rp16 juta, FOX 200 Rp11,5 juta, dan FOX 500 Rp38,1 juta.
“Keputusan beralih ke motor listrik tidak lagi sekadar tren, tetapi langkah rasional menghadapi fluktuasi BBM,” tegas Ilman.
Dengan kalkulator yang bisa diakses siapa saja, Polytron seolah berkata: jangan percaya kata kami. Hitung sendiri. (*)
