HarianBisnis.id-Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya ekonomi berkelanjutan, Permata Bank mengambil langkah nyata dengan menggelar Permata Eco Fair 2026. Bazar ramah lingkungan yang digelar pada 4-6 Maret 2026 di World Trade Center 3, Jakarta, dan dilanjutkan 9-11 Maret 2026 di Permata Bank Tower Bintaro, Tangerang Selatan, ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk hijau, tetapi juga ruang edukasi dan akselerasi bagi UMKM berkelanjutan.
Mengusung semangat transisi menuju perekonomian rendah karbon, acara yang digelar untuk pertama kalinya ini menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah mengadopsi praktik ramah lingkungan. Mulai dari produk daur ulang, fesyen berkelanjutan, hingga kuliner organik, semua dipamerkan untuk menunjukkan bahwa bisnis hijau bukan hanya wacana, tetapi sudah berjalan dan menguntungkan.
Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah langkah kecil dengan dampak besar.
“Melalui Permata Eco Fair 2026, kami ingin memulai langkah kecil yang memiliki dampak yang besar dengan memberikan pemahaman yang lebih membumi mengenai ekonomi hijau dan praktik bisnis berkelanjutan, serta menghadirkan contoh nyata transformasi UMKM yang mengangkat isu keberlanjutan. Sebagai pelaku industri perbankan, kami bangga dapat menjembatani ekosistem perekonomian hijau dan berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Meliza dalam sambutan pembukaan, Rabu (4/3/2026).
UMKM: Pilar Ekonomi yang Bertransformasi
Data Kementerian UMKM tahun 2024 menunjukkan bahwa sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka ini menegaskan bahwa transformasi UMKM menuju praktik hijau akan berdampak signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Di sisi pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit hijau nasional mencapai Rp2.075 triliun per Desember 2024, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Angka ini sejalan dengan implementasi POJK 51/2017 tentang keuangan berkelanjutan yang memberikan pedoman teknis bagi perbankan, termasuk dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM ramah lingkungan.
Lebih dari Sekadar Jualan
Permata Eco Fair 2026 dirancang sebagai ekosistem pembelajaran. Selain stan pameran, acara ini juga menghadirkan panel talk show dengan pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi UMKM hijau. Diskusi ini membahas peluang bisnis dari praktik berkelanjutan serta akses terhadap pembiayaan hijau.
Salah satu daya tarik acara adalah keberadaan Reverse Vending Machine yang disediakan oleh mitra Plastic Pay. Pengunjung dapat menukarkan limbah botol plastik dalam jumlah tertentu dan mengonversinya menjadi e-wallet. Fasilitas ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberikan insentif langsung bagi masyarakat yang peduli lingkungan.
Komitmen Jangka Panjang Permata Bank
Sepanjang tahun 2025, Permata Bank telah memperkuat komitmen keberlanjutannya melalui berbagai langkah strategis. Bank ini menerapkan kebijakan pembiayaan ramah lingkungan, mendorong transisi industri beremisi tinggi, serta meningkatkan kualitas due diligence berbasis ESG dan risiko iklim.
Target ambisius pun telah ditetapkan: mencapai Net Zero Emission (NZE) operasional pada 2030, disertai penguatan strategi pembiayaan nol emisi sebagai prioritas utama.
Dengan penyelenggaraan Permata Eco Fair 2026, bank ini berharap dapat menginspirasi lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan ekonomi hijau. Acara yang terbuka gratis ini menjadi bukti bahwa transisi menuju masa depan berkelanjutan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.
