HarianBisnis.id-Bayer Indonesia pacu ketahanan pangan lewat pabrik Crop Science di Surabaya. Fasilitas ini produksi solusi perlindungan tanaman untuk petani.
Sebanyak 60% produksi pabrik penuhi kebutuhan pasar domestik. Sisanya 40% diekspor ke lebih dari 10 negara di Asia dan Australia.
Muhammad Zoel Akbar, Site Lead Bayer, tegaskan komitmen standar tinggi. Setiap proses prioritaskan kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan.
Pabrik ini hasilkan fungisida dan insektisida berbagai formulasi. Kapasitas produksinya capai 12 juta kilogram per tahun.
Ekspor produk Bayer dari Surabaya tumbuh 5-8% per tahun. Mereka proyeksikan permintaan melonjak lebih dari 55% pada 2026.
Bayer rencanakan ekspansi kapasitas produksi lebih dari 130% pada 2027. Langkah ini bukti kepercayaan pada potensi Indonesia.
Pabrik ini telah kantongi sejumlah sertifikat internasional. Mulai dari ISO 9001, ISO 14001, hingga PROPER Biru.
Mereka juga terapkan prinsip Process & Plant Safety dan Lean Manufacturing. Sistem penyimpanan modernnya cegah kesalahan formulasi.
Bayer targetkan pakai 100% energi terbarukan pada 2050. Mereka akan pasang panel surya dan sistem pemulihan air limbah.
Pabrik ini juga aktif dalam program sosial dan vokasional. Mereka dukung pelajar SMK dan universitas belajar praktik manufaktur.
