HarianBisnis.id-Yayasan Bentang Merah Putih bekerjasama dengan LBPDPKS dan Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhanas) menggelar Seminar Group Diskusi (SGD) yang bertajuk “Strategi Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan Guna Meningkatkan Kredit Karbon dan Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca.”
Dalam pembukaannya, Letjen TNI Eko Margiyono, M.A., Wakil Gubernur Lemhanas RI menyatakan bahwa kelapa sawit adalah bagian dari penyangga ekonomi Indonesia. Untuk itu penting mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan demi meningkatkan kredit karbon dan meminimalkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Sehingga Seminar Group Diskusi (SGD) ini menjadi sangat penting karena berkontribusi terhadap ketahanan nasional khususnya pada bidang ekonomi.
Seminar Group Diskusi (SGD) menghadirkan banyak narasumber ahli, diantaranya adalah:
1. Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni.M.P., Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI
2. Dr. Ir. Musdalifah Machmud M.T., Staff Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa dan Sumber Daya Alam
3. Dr Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc., Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI
4. Prof Dr Ari D Pasek MSc., Head of Energy Conversion Research Group Thermodynamics Laboratory pada Energy Conversion Research Group ITB
5. Prof. Rizaldy Boer, Direktur Pusat Pengelolaan, Peluang dan Resiko Iklim Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik – IPB
6. Triana Meinarsih, Kepala Divisi Pendidikan SDM, Litbang dan Pengembangan Sarpras – BPDPKS Kementerian Keuangan
Untuk penanggap dihadiri oleh Dr. Basuki Sumawinata (Pusat Study Sawit Institute Pertanian Bogor), Dr Bandung Sahari (GAPKI) dan Dr. Istiana Maftuchah (Deputi Direktur Pengawasan Bursa Karbon).
Sebagai moderator hadir Yohana Elizabeth Hardjadinata (Ketua Yayasan Bentang Merah Putih), Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, SE., ME., (Pengukuhan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia) dan Frans Nickolas.
Pada SGD ini, Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni.M.P., menyampaikan 7 rekomendasi praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kredit karbon dan mengurangi emisi GRK, yakni :
- Peningkatan ketersediaan lahan untuk menunjang keberlanjutan kelapa sawit.
- Peningkatan penelitian & penggunaan teknologi inovasi di sector sawit guna mengurangi emisi karbon.
- Peningkatan daya saing kelapa sawit melalui strategi branding.
- Peningkatan penguasaan dan pengelolaan data karbon-sawit.
- Peningkatan efektivitas pengawasan, pengedalian, dan penegakan hokum pada kelapa sawit dan pelestarian lingkungan.
- Peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan kerjasama antar Lembaga untuk meningkatkan daya saing kelapa sawit.
