HarianBisnis.id-Kaspersky meluncurkan solusi perangkat lunak terintegrasi yang mencakup serangkaian fungsi untuk pemantauan dan manajemen peristiwa, Kaspersky Unified Monitoring and Analysis Platform (KUMA) untuk membantu bisnis dan organisasi tetap aman di dunia maya sambil merangkul digitalisasi.
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh 20 persen pada tahun 2021 menjadi USD 146 miliar pada tahun 2025 dan diprediksi akan terus meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan ekosistem digital Indonesia dengan mendorong strategi dan kebijakan yang mendukung inovasi serta membangun infrastruktur yang aman, kokoh, dan terintegrasi.
Pada tahun 2023, Kaspersky mengungkapkan bahwa mereka telah melindungi hampir satu dari setiap dua pengguna di Indonesia (31,4%) dari ancaman online.
Pada bulan Juni 2023, para ahli Kaspersky menemukan kampanye Advanced Persistent Threat (APT) seluler saat memantau lalu lintas jaringan jaringan Wi-Fi perusahaannya menggunakan KUMA. Setelah analisis lebih lanjut, peneliti perusahaan menemukan bahwa pelaku ancaman siber telah menargetkan perangkat iOS milik puluhan karyawan perusahaan, mendistribusikan eksploitasi zero-click melalui iMessage untuk menjalankan malware dan mendapatkan kendali penuh atas perangkat dan data pengguna.
“Dalam hal keamanan siber, sistem operasi yang paling aman sekalipun dapat disusupi. Karena para pelaku APT terus mengembangkan taktik mereka dan mencari kelemahan baru untuk dieksploitasi, dunia bisnis harus memprioritaskan keamanan sistem mereka. Hal ini melibatkan penyediaan alat terbaru bagi karyawan dan tim teknis untuk secara efektif mengenali dan mempertahankan diri dari potensi ancaman serta remediasi insiden secara tepat waktu,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.(27/2/2024)
