Beranda » Ericsson Luncurkan Perangkat Radio & Software Berbasis AI, Siap Pacu Transformasi 5G Indonesia

Ericsson Luncurkan Perangkat Radio & Software Berbasis AI, Siap Pacu Transformasi 5G Indonesia

by Amelia

HarianBisnis.id-Ericsson, perusahaan teknologi jaringan asal Swedia, resmi memperkenalkan portofolio terbaru yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam perangkat radio, antena, dan perangkat lunak Radio Access Network (RAN). Langkah strategis ini dirancang untuk membantu operator telekomunikasi di Indonesia membangun jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif dalam menghadapi percepatan transformasi digital nasional.

Peluncuran portofolio yang mencakup sepuluh perangkat radio AI-ready, lima antena berkinerja tinggi, serta peningkatan kemampuan perangkat lunak RAN ini dilakukan di tengah momentum percepatan agenda 5G di Indonesia. Pemerintah sendiri menargetkan cakupan jaringan 5G mencapai sekitar 32 persen pada tahun 2030 sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (25/3/2026), Ericsson menegaskan bahwa inovasi ini menjawab kebutuhan operator akan infrastruktur yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan spektrum, meningkatkan kinerja uplink, serta mendorong efisiensi energi secara signifikan.

AI di Inti Jaringan: Bukan Sekadar Evolusi, tapi Transformasi
Nora Wahby, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, menjelaskan bahwa integrasi AI ke dalam lapisan hardware dan software RAN merupakan fondasi bagi jaringan masa depan. Menurutnya, kecepatan bukan lagi satu-satunya prioritas dalam ekspansi 5G.

“Seiring dengan percepatan ekspansi 5G di Indonesia, jaringan yang cepat bukan satu-satunya prioritas – tetapi juga jaringan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Di Ericsson, kami melihat AI-ready RAN sebagai fondasi dari perjalanan ini,” ujar Nora dalam pernyataan tertulisnya.

Ia menambahkan bahwa dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke dalam RAN, operator dapat membentuk jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi. “Hal ini dapat membantu operator di Indonesia mempercepat penyebaran jaringan sekaligus mengoptimalkan investasi jangka panjang,” tuturnya.

Fitur Cerdas untuk Kinerja Real-Time dan Pengalaman Pengguna
Portofolio terbaru Ericsson menghadirkan sejumlah fitur berbasis AI yang memungkinkan operator mengelola jaringan secara lebih dinamis. Beberapa kemampuan utama yang disematkan antara lain:

Beamforming cerdas yang mengarahkan sinyal secara presisi untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan.

Prediksi jangkauan jaringan berbasis AI untuk mengantisipasi kebutuhan kapasitas di area dengan trafik tinggi.

Pengelolaan mobilitas dan latensi canggih yang memastikan koneksi stabil bahkan saat pengguna bergerak cepat.

Dengan kemampuan ini, operator dapat mengalokasikan kapasitas jaringan secara real-time berdasarkan pola penggunaan data. Hasilnya, investasi infrastruktur dapat dimaksimalkan sambil membangun fondasi yang lebih kokoh bagi pertumbuhan 5G yang berkelanjutan.

Bagi pengguna akhir, kehadiran teknologi ini berarti pengalaman konektivitas yang lebih konsisten dan andal. Mulai dari streaming video tanpa putus, pengalaman bermain gim seluler yang mulus, hingga aplikasi real-time berbasis AI dapat dinikmati dengan kualitas optimal.

Peluang Monetisasi Baru bagi Operator
Lebih dari sekadar peningkatan teknis, portofolio ini juga membuka peluang bisnis baru bagi operator. Dengan kemampuan untuk menawarkan konektivitas yang terdiferensiasi—berdasarkan parameter seperti latensi, kecepatan, atau tingkat keandalan—penyedia layanan dapat menghadirkan paket khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen konsumen maupun korporasi.

Pendekatan ini memungkinkan operator menciptakan sumber pendapatan baru di luar paket data konvensional, sekaligus memperkuat daya saing di era digital yang semakin kompetitif.

Nora Wahby menegaskan bahwa transformasi menuju AI-ready RAN bukan sekadar langkah evolusi teknologi, tetapi perubahan fundamental dalam cara jaringan dibangun dan dioperasikan.

“Seiring dengan meningkatnya penggunaan data dan semakin kompleksnya berbagai use case, operator membutuhkan infrastruktur yang dapat berpikir, beradaptasi, dan melakukan optimalisasi secara real-time,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dengan mengintegrasikan kecerdasan ke dalam perangkat radio, antena, dan perangkat lunak, Ericsson memungkinkan jaringan yang dapat memanfaatkan spektrum secara lebih efisien, meningkatkan kinerja uplink, serta pada akhirnya menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik.

“Kami bangga dapat menghadirkan solusi tepercaya, aman, tangguh, dan siap menghadapi masa depan bagi seluruh pelanggan kami di Indonesia, guna mendukung percepatan pengembangan 5G nasional serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Nora.

Dengan peluncuran portofolio ini, Ericsson memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital Indonesia sekaligus mempersiapkan infrastruktur telekomunikasi tanah air untuk menyambut gelombang inovasi 5G berikutnya.

 

 

 

You may also like

Leave a Comment