Beranda » Ketika Street Food Jepang dan Kopi Shanghai Bertemu di Jakarta

Ketika Street Food Jepang dan Kopi Shanghai Bertemu di Jakarta

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Suatu sore di Jakarta, pengunjung Gindaco Yokocho disuguhi atmosfer gang makanan Jepang. Bukan sekadar makan takoyaki, mereka merasakan pengalaman street food Tokyo yang autentik dan mendalam. Inilah wajah baru F&B ID, bagian Kawan Lama Group, yang menegaskan peran Curator & Creator of Global Flavours di Indonesia.

Perjalanan itu bukan instan. Dimulai dari Chatime pada 2011, F&B ID kini menaungi lebih dari 400 gerai di seluruh Indonesia. Portofolionya mencakup beverage, snacks, dan restaurant. Pertumbuhan dibangun bertahap dengan pemahaman pasar matang, disiplin panjang, serta strategi yang terukur dan adaptif.

Chatime Atealier, Cupbop, Gindaco, Go! Go! CURRY! – Genki No Minamoto, 88 SEOUL, hingga Molly Tea. Tiap brand hadir dengan karakter berbeda dan relevansi pasar kuat. F&B ID tidak sekadar menambah gerai, melainkan mengkurasi cita rasa dan pengalaman kuliner terbaik bagi konsumen Indonesia.

CEO F&B ID Devin Widya Krisnadi mengatakan industri F&B terus berkembang seiring perubahan preferensi dan gaya hidup konsumen. Dinamika itu membuka ruang membangun bisnis yang tidak hanya mengikuti pasar, tetapi mampu mengantisipasi kebutuhan dan menciptakan peluang baru yang berkelanjutan dan relevan.

Dua langkah terbaru mencuri perhatian. Gindaco Yokocho mengembangkan Gindaco dengan pengalaman terinspirasi Japanese street food alley yang kental. Sementara M Stand, coffee brand asal Shanghai, memperluas portofolio ke kategori kopi dengan karakter dan lifestyle experience yang distinctive dan relevan.

Kedua langkah menunjukkan F&B ID menjalankan peran Curator & Creator secara beriringan. Existing brand dikembangkan, sementara global brand dan konsep baru dieksplorasi. Relevansi serta potensi pertumbuhan di pasar Indonesia menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar popularitas sesaat. Strategi ini tetap adaptif dan terukur.

Marketing General Manager F&B Indonesia Sarah Katherine Merci menjelaskan pengalaman kuat dimulai dari kemampuan memahami daya tarik sebuah brand bagi konsumen. Brand tidak berhenti diperkenalkan. Karakter yang dibawanya diterjemahkan menjadi pengalaman relevan, engaging melalui produk, storytelling, campaign, experience di store.

Dukungan kapabilitas menjadi fondasi. F&B ID membangun site acquisition, centralized supply chain, teknologi dan data, hingga marketing dan operational capabilities. Semua itu menjaga kualitas dan konsistensi brand experience ketika portofolio tumbuh dan ekspansi menyebar ke berbagai wilayah Indonesia dengan terkendali dan terukur.

Devin menambahkan, tujuan akhirnya adalah bisnis yang memiliki kemampuan terus berevolusi. Setiap brand dalam portofolio diberi ruang berkembang sesuai potensinya. F&B Indonesia menyiapkan organisasi dan kapabilitas untuk menangkap peluang baru ketika pasar bergerak. Kemampuan belajar, beradaptasi, menciptakan value menjadi fondasi utama.

Dengan portofolio dan kapabilitas yang terus dikembangkan, F&B ID ingin membangun pertumbuhan berkelanjutan sekaligus membuka peluang lebih banyak global flavours hadir di Indonesia. Konsep yang dikembangkan di Indonesia juga diharapkan berpotensi menjangkau pasar lebih luas. Perjalanan itu kini terus berlanjut tanpa henti.

You may also like

Leave a Comment