Beranda » Nonton Final Liga Champions Jam 3 Pagi? Heineken®: Sekarang Bisa Nobar di 117 Tempat

Nonton Final Liga Champions Jam 3 Pagi? Heineken®: Sekarang Bisa Nobar di 117 Tempat

by Feisal

HarianBisnis.id-Selama ini, pecinta sepak bola di Indonesia kerap menelan pil pahit: pertandingan UEFA Champions League bergulir dini hari, pukul 2 atau 3 pagi, saat sebagian besar kafe dan bar tutup. Akibatnya, mereka menonton sendirian di ruang tamu, ditemani secangkir kopi dan layar televisi yang menyala sunyi.

Kondisi itulah yang mendorong Heineken® Indonesia meluncurkan kampanye bertajuk “Fans Have More Friends”. Diumumkan di Jakarta, Rabu (8/4/2026), kampanye ini mengubah keterbatasan tempat berkumpul menjadi peluang memperluas koneksi antarfans.

Marketing Manager Heineken® Indonesia, Kahfi Arif, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari temuan studi internal. Sebanyak 57 persen fans mengaku kesulitan mengajak teman nonton bareng karena jam tayang yang tidak bersahabat. Bahkan, 69 persen responden menyebut jadwal pertandingan kerap bentrok dengan aktivitas lain.

“Sepak bola punya kekuatan luar biasa menyatukan orang. Tapi di Indonesia, masih banyak fans yang menikmatinya dalam lingkup kecil. Lewat ‘Fans Have More Friends’, kami ingin fans lebih mudah berkumpul,” ujar Kahfi dalam konferensi pers.

Tidak sekadar slogan, Heineken® mengubah konsep “no bar” (tidak ada tempat minum) menjadi “nobar” (nonton bareng). Sepanjang tahun ini, perusahaan menyulap lebih dari 117 outlet di Jakarta, Medan, dan Surabaya menjadi ruang pengalaman nongkrong bersama. Rangkaian roadshow dirancang untuk membangun koneksi baru di antara para pendukung tim kesayangan.

Puncak kampanye adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi tujuh fans terpilih untuk menyaksikan Final UEFA Champions League 2026 di Budapest. Perjalanan itu akan mengantar mereka dari kebiasaan nonton sendirian di dini hari menuju satu momen nobar final yang penuh euforia di stadion.

“Kampanye ini berangkat dari realita ‘no bar’ menjadi momen ‘nobar’. Kami ingin mengubah momen tersebut menjadi pengalaman bersama, di mana fans bisa terhubung, berbagi vibe, dan merayakan sepak bola sebagaimana seharusnya dinikmati di Indonesia,” tambah Kahfi.

Tahun lalu, Heineken® menghadirkan UEFA Champions League Trophy Tour di Jakarta. Tahun ini, pendekatannya berbeda: dari sekadar pamer trofi menjadi gerakan membangun komunitas. Filosofi yang diusung sederhana—ketika fans berkumpul, fans have more friends. Sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan pengalaman yang dibagi bersama.

You may also like

Leave a Comment