Beranda » Leapmotor-Stellantis Makin Ekspansif: Investasi Rp24 Triliun dan Ambisi Kuasai 40 Pasar Global

Leapmotor-Stellantis Makin Ekspansif: Investasi Rp24 Triliun dan Ambisi Kuasai 40 Pasar Global

by Luds

HarianBisnis.id- Industri kendaraan listrik global kembali mencatatkan pergerakan strategis besar. Leapmotor, produsen kendaraan listrik pintar asal Tiongkok yang kini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain nomor satu di segmen New Energy Vehicle (NEV), semakin agresif melesat ke panggung internasional. Pendorong utamanya: kolaborasi strategis dengan Stellantis, salah satu grup otomotif terbesar di dunia.

Kemitraan yang diumumkan dalam siaran pers resmi pada Jumat (27/3/2026) ini bukan sekadar kerja sama biasa. Di dalamnya mengalir investasi raksasa dan struktur kepemilikan yang dirancang untuk mempercepat penetrasi Leapmotor ke pasar global dengan kecepatan yang sebelumnya sulit dicapai sendirian.

Apa Isi Kerja Sama Strategis Ini?
Inti kolaborasi ini adalah investasi Stellantis sebesar €1,5 miliar—atau setara sekitar Rp24 triliun—untuk mengakuisisi sekitar 20% saham Leapmotor. Namun, yang lebih signifikan adalah pembentukan entitas joint venture bernama Leapmotor International.

Dalam struktur joint venture ini, Stellantis memegang kepemilikan mayoritas sebesar 51% serta memiliki hak eksklusif untuk mengelola ekspor, distribusi, hingga potensi produksi kendaraan Leapmotor di seluruh wilayah di luar Greater China (Tiongkok Daratan, Hong Kong, Makau, dan Taiwan). Ini berarti Stellantis menjadi pintu gerbang utama bagi Leapmotor untuk menjangkau konsumen di Eropa, Amerika, Asia Tenggara, dan pasar-pasar lainnya.

Siapa di Balik Langkah Besar Ini?
Leapmotor didirikan pada 2015 dan sejak awal telah mengusung pendekatan teknologi yang terintegrasi. Keunikannya terletak pada pengembangan in-house yang mencakup sekitar 65% dari total biaya kendaraan—meliputi perangkat keras dan lunak otomotif, sistem penggerak listrik, hingga teknologi intelligent driving dan smart cockpit. Pendekatan ini memungkinkan Leapmotor menghadirkan inovasi dengan efisiensi biaya yang kompetitif.

Di sisi lain, Stellantis—yang merupakan hasil merger Fiat Chrysler Automobiles dan PSA Group—membawa skala global yang masif. Pada tahun 2025, Stellantis mencatat pendapatan bersih €153,5 miliar dan pengiriman 2,8 juta unit kendaraan. Dengan jaringan distribusi, pengalaman pasar, dan ekosistem layanan yang telah mapan, Stellantis menjadi katalis sempurna bagi percepatan Leapmotor ke kancah internasional.

Mengapa Leapmotor Disebut No.1 NEV?
Bukan tanpa alasan Leapmotor menyematkan predikat sebagai No.1 New Energy Vehicle. Pada tahun 2025, perusahaan mencatatkan kinerja yang mencengangkan: total pengiriman 596.555 unit secara global (termasuk domestik dan ekspor), tumbuh 103% secara tahunan (year-on-year).

Angka ini menempatkan Leapmotor sebagai pemimpin di antara brand NEV start-up asal Tiongkok. Bahkan pada bulan Desember 2025 saja, Leapmotor mengirimkan 60.423 unit—sebuah angka yang menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang konsisten dan tidak musiman.

Kapan dan Di Mana Ekspansi Dilakukan?
Ekspansi Leapmotor ke pasar global telah berlangsung dan akan terus diakselerasi melalui struktur Leapmotor International. Saat ini, Leapmotor telah hadir di lebih dari 40 pasar internasional dengan jaringan layanan yang terus berkembang.

Sepanjang tahun 2025, Leapmotor juga memperkuat kepemimpinan teknologinya melalui peluncuran platform LEAP 3.5, serta memperluas portofolio produk dengan menghadirkan model-model unggulan seperti SUV B10, sedan B01, coupe Lafa5 (dikenal sebagai B05 secara global), hingga A10 (B03X secara global). Perusahaan juga memperkenalkan konsep masa depan melalui flagship SUV segmen E, D19.

Bagaimana Strategi Ke Depan?
Dengan dukungan Stellantis, Leapmotor memiliki akses ke infrastruktur distribusi, jaringan layanan purna jual, dan pengalaman manajemen pasar global yang selama ini menjadi keunggulan raksasa otomotif asal Eropa tersebut. Struktur joint venture Leapmotor International memungkinkan keduanya bergerak lebih cepat dan terintegrasi dibandingkan jika Leapmotor harus membangun jaringan dari nol.

Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa industri kendaraan listrik global memasuki babak baru: aliansi lintas kawasan antara pemain teknologi dari Tiongkok dan raksasa distribusi dari Eropa menjadi model yang semakin relevan di tengah persaingan yang kian ketat.

Bagi pasar Indonesia, kolaborasi ini membuka peluang kehadiran produk Leapmotor yang lebih cepat dan terstruktur melalui jaringan Stellantis yang telah ada. Dengan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air yang terus berkembang, masuknya pemain-pemain dengan teknologi matang dan dukungan distribusi kuat akan semakin memperkaya pilihan konsumen sekaligus mempercepat transisi menuju elektrifikasi.

 

You may also like

Leave a Comment