Beranda » Di Balik Piala Grammy 2026, Monitor Neumann Jadi “Bahasa Universal” Para Insinyur Audio Dunia

Di Balik Piala Grammy 2026, Monitor Neumann Jadi “Bahasa Universal” Para Insinyur Audio Dunia

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Di tengah gemerlap panggung Grammy Awards 2026 yang baru saja usai, terungkap satu benang merah yang menghubungkan deretan album peraih penghargaan tertinggi industri musik dunia itu. Bukan sekadar bakat luar biasa para musisi, tetapi juga pilihan perangkat keras yang seragam: monitor studio Neumann seri KH.

Para insinyur audio papan atas—George Massenburg, Michael Romanowski, Eric Schilling, dan produser Herbert Waltl—yang namanya terukir dalam kategori Best Immersive Audio Album untuk tahun ini, ternyata mengandalkan kesamaan teknologi dalam proses kreatif mereka. Mulai dari remix album ikonik Alicia Keys, skor epik God of War: Ragnarök, hingga album lintas genre Divine Tides, semua lahir dari ruang-ruang yang dilengkapi monitor Neumann.

“Dalam dunia produksi audio imersif, akurasi dan konsistensi adalah hal yang tidak dapat ditawar,” demikian tertuang dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Jumat (25/3/2026). Pernyataan itu menjadi kunci mengapa para pemenang Grammy bertahun-tahun berturut-turut memilih sistem monitoring yang sama.

Siapa di Balik Kesuksesan Ini?
Keempat nama yang mendominasi kategori Best Immersive Audio Album dalam empat tahun terakhir adalah George Massenburg, Michael Romanowski, Eric Schilling, dan Herbert Waltl. Mereka bukan sekadar teknisi, melainkan visioner yang membentuk standar baru dalam mendengar musik.

Herbert Waltl, produser multi-platinum pemenang tiga Grammy, adalah pendiri mediaHYPERIUM, sebuah studio imersif di California yang didirikan pada 2020. Bersamanya, Eric Schilling, chief engineer studio tersebut yang telah mengantongi delapan Grammy, bertugas memastikan setiap mix terdengar sempurna.

Michael Romanowski, chief mastering engineer di Coast Mastering, Berkeley, dikenal sebagai salah satu pelopor mastering audio imersif. Pada Grammy 2026, ia kembali membawa pulang piala untuk album Immersed karya Justin Gray.

George Massenburg, legenda hidup industri rekaman dengan enam Grammy dan pencapaian Technical Grammy Award, adalah arsitek di balik sentuhan imersif untuk album Alicia Keys dan sejumlah proyek bergengsi lainnya.

Apa yang Membuat Neumann Berbeda?
Menurut para insinyur ini, keunggulan monitor Neumann bukan hanya pada spesifikasi teknis, melainkan pada kemampuan menyajikan suara “apa adanya” tanpa tambahan pewarnaan.

Eric Schilling, yang sehari-hari bekerja di mediaHYPERIUM dengan sistem tujuh speaker utama KH 420 tri-amplified dan subwoofer ganda KH 870, mengungkapkan, “Semua yang kami kerjakan di sini selama beberapa tahun terakhir melalui proses mixing menggunakan speaker Neumann. Ruangan ini diatur menyesuaikan speaker tersebut, sehingga suaranya terdengar sangat akurat—saya tidak pernah merasa kecewa saat mendengar hasil mixing di luar ruangan ini.”

Ia menambahkan, “Suaranya tidak pecah saat diputar pada volume tinggi—kualitas musikalitasnya tetap terjaga. Hal seperti ini jarang ditemui.”

Michael Romanowski, yang melengkapi studionya dengan KH 310 dan KH 120, menekankan pentingnya kejujuran suara. “Saya suka bagaimana suara yang dihasilkan terdengar natural dan akurat. Suara terdengar apa adanya. Itulah yang membuat perangkat ini terbaik untuk audio imersif. Beberapa monitor terdengar terlalu tajam—seperti terlalu keras. Tidak dengan Neumann. Mereka halus, akurat, dan tidak pernah melelahkan telinga.”

Kapan dan Di Mana Karya-Karya Ini Diciptakan?
Sebagian besar album pemenang Grammy tersebut diproduksi di mediaHYPERIUM, California, yang didirikan Herbert Waltl pada 2020. Studio ini dirancang khusus untuk format audio imersif dengan tata letak hibrida yang memungkinkan peralihan mulus antar format. Di sinilah Schilling dan Waltl berkolaborasi, mencampur album seperti Alicia, The Diary Of Alicia Keys, dan Divine Tides.

Sementara itu, Michael Romanowski menjalankan proses mastering di Coast Mastering, Berkeley, menggunakan monitor Neumann yang sama. George Massenburg, meski kerap bekerja secara remote, tetap merujuk pada sistem Neumann untuk menjaga konsistensi.

“Ketika saya membawa hasil mixing dari tempat saya ke ruangan Eric dan Herbert di mediaHYPERIUM, karakter suaranya tetap terjaga,” ujar Massenburg.

Mengapa Hal Ini Penting bagi Industri?
Kolaborasi keempat tokoh ini menunjukkan bahwa standar baru dalam audio imersif telah terbentuk. Dalam kategori Best Immersive Audio Album—yang pernah dimenangi oleh nama-nama seperti Beyoncé, Paul McCartney, dan The Beatles—kemenangan berturut-turut yang diraih oleh para insinyur ini bukanlah kebetulan. Mereka membangun alur kerja kolaboratif yang mulus dengan mengandalkan konsistensi Neumann di berbagai ukuran dan format.

Herbert Waltl, yang pertama kali terkesan dengan monitor Neumann di Skywalker Sound, menjelaskan visinya: “Sekarang, kami telah membangun seluruh ekosistem di sekitar monitor ini—tidak hanya untuk mixing, tetapi juga untuk mendengarkan, mengajar, dan menginspirasi. Speaker ini memberi ruang bagi musik untuk benar-benar berbicara.”

Bagaimana Mereka Bekerja?
Para insinyur ini mengembangkan alur kerja yang unik: meninjau file ADM (Audio Definition Model), membuat referensi antar sistem, dan terus menyempurnakan mix agar dapat diterjemahkan dengan akurat di berbagai perangkat pemutar. Konsistensi Neumann di setiap tingkatan, dari KH 420 hingga KH 120, menjadi fondasi utama.

Schilling mengakui, “Bahkan ketika saya bepergian, sistem Neumann yang lebih kecil tetap mempertahankan karakter suara yang sama. Saya benar-benar mempercayainya.”

Bagi Massenburg, audio imersif bukan sekadar soal akurasi teknis, melainkan emosi. “Anda butuh transparansi untuk menyentuh hati pendengar. Monitoring harus terasa musikal, tidak sekadar analitis. Monitor Neumann membantu kami untuk tetap mengutamakan pendengar, guna membangun sebuah cerita dalam tiga dimensi.”

 

You may also like

Leave a Comment