HarianBisnis.id-Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama tujuh koleganya menuntut Israel buka akses penuh ke Gaza. Negara-negara itu minta PBB dan LSM internasional dapat beroperasi tanpa batasan. Pernyataan bersama itu Kemlu RI unggah melalui akun X @Kemlu_RI pada Jumat (2/1). Mereka nilai segala upaya hambat operasi kemanusiaan sebagai tindakan tak dapat diterima.
Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kini kian memburuk dengan cuaca buruk dan tidak stabil. Hujan lebat dan badai parahkan kondisi akibat terbatasnya akses bantuan kemanusiaan. Krisis akut pasokan kebutuhan pokok dan lambannya material pemulihan semakin perburuk keadaan. Cuaca buruk ungkap kerapuhan kondisi bagi hampir 1,9 juta pengungsi Palestina.
Mereka tinggal di tempat penampungan yang tidak memadai dan rentan terhadap bencana. Banjir rendam kamp-kamp pengungsian sementara tenda-tenda banyak robek diterpa angin. Bangunan-bangunan rusak juga runtuh dan paparan suhu dingin besarkan risiko kesehatan. Malnutrisi dan wabah penyakit ancam anak-anak, perempuan, lansia, serta individu rentan.
Para menteri tegaskan kembali dukungan penuh terhadap Resolusi DK PBB 2803 dan Rencana Komprehensif AS. Mereka nyatakan niat untuk berkontribusi pada keberhasilan implementasi rencana tersebut. Tujuannya pastikan gencatan senjata berkelanjutan dan akhiri perang di Gaza. Upaya itu juga untuk jamin kehidupan bermartabat bagi rakyat Palestina yang lama menderita.
Mereka juga desak komunitas internasional tegakkan tanggung jawab hukum dan moralnya. Tekanan harus diberikan kepada Israel sebagai kekuatan pendudukan untuk cabut pembatasan akses. Pasokan penting seperti tenda, material bangunan, dan bantuan medis harus segera didistribusikan. Negara-negara itu serukan penyaluran bantuan kemanusiaan segera dan komprehensif tanpa hambatan.
Bantuan harus salurkan melalui PBB dan badan-badannya tanpa campur tangan pihak mana pun. Rehabilitasi infrastruktur dan rumah sakit di Gaza juga harus dipercepat segera. Langkah ini sekaligus buka jalan kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina. Mereka tekankan perlunya segera mulai upaya pemulihan awal termasuk penyediaan hunian layak.
Para menteri puji kerja keras semua organisasi dan badan PBB termasuk UNRWA. LSM kemanusiaan internasional juga terus bantu warga sipil Palestina dalam kondisi sangat sulit. Mereka tegaskan komitmen mendukung upaya kemanusiaan yang netral dan imparsial. Kondisi darurat di Gaza butuh respons kemanusiaan segera dan tanpa halangan.
Krisis Gaza telah mencapai tahap yang mengancam nyawa secara masif. Dunia internasional tidak boleh lagi tinggal diam melihat penderitaan warga sipil. Setiap penundaan bantuan akan berakibat pada hilangnya lebih banyak nyawa tak bersalah. Semua pihak harus bekerja tanpa henti untuk buka semua akses kemanusiaan.
Pernyataan bersama delapan menteri luar negeri ini tunjukkan tekanan global yang meningkat. Solidaritas internasional harus diikuti tindakan nyata untuk hentikan penderitaan. Mereka desak semua negara gunakan pengaruhnya untuk tekan Israel buka semua pos penyeberangan. Bantuan kemanusiaan harus mengalir deras ke Gaza tanpa syarat dan tanpa rintangan.
