HarianBisnis.id-Lampu sorot panggung Jakarta Fashion Week 2027 berpendar terang. Langkah tujuh perempuan itu mantap menyusuri runway. Mereka bukan model belasan tahun, melainkan sosok berpengalaman dengan rentang usia 30 hingga 70 tahun. Mereka adalah Miracle Models, wajah baru kepercayaan diri perempuan Indonesia.
Kehadiran mereka menjadi puncak kampanye POND’S Age Miracle bertema “Transform to Transcend”. Merek ini ingin menyampaikan pesan mendalam. Usia hanyalah angka, bukan tembok pembatas untuk terus berkarya dan mengaktualisasikan diri. Semangat itu diterjemahkan melalui “POND’S Age Miracle Runway” yang megah.
Di balik kilau panggung, ada realitas biologis yang coba dilawan. Sejak usia 20-an, kolagen kulit perempuan menurun sekitar satu persen setiap tahun. Penurunan ini memicu kekhawatiran berlebihan. Banyak perempuan merasa takut menua dan kehilangan kepercayaan diri untuk tampil di ruang publik.
Shakina Dharma, Beauty & Wellbeing Marketing Demand Creation Skin Care Lead Unilever Indonesia, memahami keresahan itu. Ia menegaskan setiap fase hidup adalah kesempatan emas untuk berkembang. “Transform to Transcend” hadir sebagai ajakan berinvestasi pada kesehatan kulit sejak dini, membangun fondasi percaya diri yang kokoh.
Untuk mendukung transformasi nyata, POND’S Age Miracle mengandalkan inovasi Hexyl-Retinol terpaten. Kandungan ini terbukti mampu menstimulasi produksi kolagen hingga delapan ratus persen. Hasilnya, kulit wajah terasa lebih terangkat dan padat. Kulit pun mempertahankan elastisitas alaminya seiring waktu.
Perjalanan menuju panggung JFW 2027 bukan proses instan. Diawali dari “Miracle Model Alumni Gathering”, semangat ini merambat ke kampanye digital “My Miracle Transformation”. Antusiasme luar biasa terlihat dari pendaftaran lebih dari lima ratus perempuan dari berbagai wilayah. Mereka adalah perempuan usia 30 hingga 70 tahun.
Seleksi ketat pun berlangsung. Dua puluh lima semifinalis menjalani kurasi offline mencakup talkshow, wawancara, hingga penjurian catwalk. Terpilihlah tujuh finalis yang kemudian ditempa melalui Miracle Models Workshop. Mereka digembleng bersama tim JFW dan para alumni sebelum akhirnya melangkah percaya diri di atas karpet merah.
Jennifer Bachdim, salah satu figur publik yang ikut melangkah, membagikan pengalamannya. Menjelang usia kepala empat, ia merasa semakin bersemangat mengejar passion dan mencoba hal-hal baru. Semangat itu diimbangi dengan konsistensi merawat diri. Ia ingin menjadi versi terbaik, bukan sekadar mengejar penampilan muda.
Pesan transformasi itu semakin kuat berkat koleksi “Memento” karya Hian Tjen for Josephine Anni. Kolaborasi ini memadukan craftsmanship couture dengan siluet modern nan feminin. Terinspirasi keindahan bunga Calla Lily, koleksi ini menjelma menjadi busana tegas penuh kekuatan, nyaman dikenakan untuk keseharian yang aktif.
Pada akhirnya, “POND’S Age Miracle Runway” bukan sekadar peragaan busana. Ini adalah deklarasi bahwa setiap perempuan berhak bertransformasi dan melampaui batasan. Investasi perawatan kulit yang konsisten berjalan seiring keyakinan pada potensi diri. Usia bukan penghalang, melainkan panggung untuk terus tumbuh dan bersinar.
