HarianBisnis.id-Toyota resmi membuka pintu Woven City, sebuah kota khusus yang didedikasikan sebagai tempat uji coba (test course) teknologi mobilitas masa depan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini diambil untuk mewujudkan masyarakat yang aman dalam mobilitas melalui integrasi manusia, teknologi, dan infrastruktur.
Acara kunjungan bertajuk Kakezan itu digelar di Susono, Jepang, pada Kamis–Jumat (23–24/4). Seluruh distributor Toyota dari berbagai negara, termasuk Indonesia, diajak Woven by Toyota (WbyT) menyaksikan langsung ekosistem inovasi tersebut.
President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Takuya Yokohama, menjelaskan bahwa Woven City berfungsi sebagai rumah bagi peneliti kelas dunia. Mereka diberi kesempatan mengembangkan mobil otonom, personal mobility, hingga sistem lalu lintas.
“Toyota bersama pemangku kepentingan lainnya dapat menguji dan melatih riset secara terintegrasi dalam ekosistem kota,” ujar Yokohama.
Woven City pertama kali diumumkan pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2020 dan mulai diluncurkan September 2025. Fase pertama seluas 50.000 meter persegi akan dikembangkan hingga 708.000 meter persegi. Jumlah penghuni tetap fase ini mencapai 360 orang, terdiri atas karyawan dan peneliti, yang kelak bertambah menjadi 2.000 orang.
Listrik kota ini dihasilkan dari fuel cell hidrogen, mirip teknologi Toyota Mirai. Seluruh bangunan, kendaraan, dan warga terhubung lewat data serta sensor. Sistem AI canggih bernama AI Vision Engine memungkinkan kota memahami dan merespons kondisi nyata secara real-time. Teknitu ini dipadukan dengan Integrated ANZEN System untuk memprediksi perilaku manusia dan memberikan bantuan mengemudi.
Filosofi Kakezan—yang berarti “perkalian” dalam bahasa Jepang—menjadi semangat utama. Toyota ingin melipatgandakan kekuatan bersama mitra untuk menciptakan inovasi masif.
Vice President Director TAM, Jap Ernando Demily, menambahkan bahwa perkembangan solusi mobilitas masa depan akan sangat dipengaruhi AI. “Inovasi berbasis AI tidak hanya mempermudah aktivitas manusia, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa inklusivitas, keamanan, kenyamanan, dan kemanfaatan,” ujarnya.
Sebagai informasi, transformasi Toyota Indonesia menjadi perusahaan mobilitas telah dimulai sejak 2018. Melalui solusi Total Mobility, termasuk populasi Hybrid EV yang kian besar dan aplikasi mToyota, Toyota terus menguji keselamatan pintar (Toyota Safety Sense) di Woven City sebagai bagian dari komitmen “Mobility for All”.
