HarianBisnis.id-Pemerintah baru saja mengumumkan kenaikan harga BBM non-subsidi imbas kondisi global. Mobilitas masyarakat pun terancam terganggu. Menjawab situasi ini, Auto2000 selaku diler utama Toyota memberikan sejumlah kiat khusus bagi pemilik New Veloz Hybrid EV agar konsumsi bahan bakar tetap efisien.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan bahwa mobil hybrid Toyota ini merupakan solusi paling tepat menyiasati kenaikan harga BBM. Tanpa mengubah kebiasaan berkendara, pemilik langsung merasakan manfaat efisiensi mesin hybrid.
“Konsumsi bensin masih bisa lebih ditekan kalau AutoFamily dapat memaksimalkan fitur-fitur yang dimiliki mobil hybrid Toyota yang harganya sejauh ini paling terjangkau,” ujar Nur Imansyah di Jakarta, Rabu (22/4).
Berdasarkan uji coba salah satu media otomotif, New Veloz Hybrid EV mampu mencatat konsumsi bensin hingga 28,9 kilometer per liter. Angka ini sangat mengesankan untuk mobil 7-seater.
Agar efisiensi optimal, Auto2000 membagikan tujuh tips. Pertama, manfaatkan momentum tenaga mesin dengan menekan pedal gas halus. Kedua, maksimalkan Mode EV yang membuat mobil hanya mengandalkan motor listrik. Ketiga, pilih Mode ECO agar mesin bekerja lebih efisien meski respons tenaga sedikit berbeda.
Keempat, jaga jarak aman di kepadatan jalan. Jarak terlalu dekat menyebabkan pengereman mendadak dan pemborosan. Kelima, gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan dengan nilai oktan tepat. Keenam, pastikan tekanan ban sesuai standar. Ban yang kekurangan angin membuat mobil butuh tenaga ekstra.
Ketujuh, rutin lakukan servis berkala. Auto2000 menyediakan program T-CARE yang membebaskan biaya jasa dan suku cadang untuk 7 kali servis pertama. Pemilik juga bisa menggunakan layanan THS (Auto2000 Home Service) melalui aplikasi Auto2000 Digiroom.
Saat ini, promo FantastEASE Deal – General Repair juga berlangsung dengan diskon jasa hingga 20 persen dan diskon part 7,5 persen. Dengan semua keunggulan ini, Auto2000 optimistis mobilitas masyarakat tetap lancar tanpa khawatir kantong jebol akibat kenaikan BBM. (*)
